Jakarta, Sentralnews.com – PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPN Syariah) mencatatkan kinerja positif pada semester pertama 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp655 miliar. Di tengah momentum memasuki usia ke-12 tahun, bank syariah yang berfokus pada pemberdayaan segmen ultra mikro ini juga mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 9 persen secara tahunan (year on year/YoY).24 Juli 2026
Selain pertumbuhan pembiayaan, total aset BTPN Syariah mencapai Rp23 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bank juga mempertahankan rasio keuangan yang kuat dengan Return on Assets (RoA) sebesar 7,2 persen dan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 58,7 persen.
Direktur BTPN Syariah, Fachmy Achmad, mengatakan kinerja perusahaan tetap ditopang oleh kualitas pembiayaan yang sehat. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan perilaku unggul nasabah dalam mengelola usaha serta efektivitas pendampingan yang dilakukan secara konsisten oleh BTPN Syariah.
“Memasuki tahun ke-12, kami akan terus memperkokoh fondasi melalui kualitas pembiayaan yang sehat serta bertumbuh lebih beragam melalui pengembangan inisiatif baru bagi nasabah kami. Kami percaya, semakin besar dampak yang kami hadirkan bagi nasabah, semakin kuat pula pertumbuhan berkelanjutan yang dapat kami ciptakan,” ujar Fachmy.
BTPN Syariah menilai kualitas pembiayaan bukan hanya menjadi indikator kesehatan bisnis bank, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kapasitas dan daya tahan nasabah. Selama 12 tahun terakhir, bank memberikan akses pembiayaan sekaligus pendampingan kepada masyarakat ultra mikro melalui pembentukan empat perilaku unggul, yakni Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS).
Di sisi lain, BTPN Syariah juga mulai memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan pembiayaan nonkomunitas, seperti pinjaman individu dan pembiayaan kepada lembaga nonkeuangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat fondasi bisnis, menciptakan peluang pertumbuhan baru yang berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai satu-satunya bank syariah di Indonesia yang fokus melayani masyarakat inklusi, BTPN Syariah terus mengedepankan pemberdayaan perempuan sebagai motor penggerak ekonomi keluarga. Program pemberdayaan dilakukan melalui Community Officer (CO) atau #bankirpemberdaya yang mendampingi nasabah di berbagai daerah dengan mengajarkan empat perilaku unggul BDKS.
Hingga saat ini, BTPN Syariah memiliki sekitar 14.500 karyawan, dengan 94 persen di antaranya perempuan dan 52 persen merupakan lulusan SMA. Bank telah melayani sekitar 7 juta nasabah dengan 3,81 juta nasabah aktif yang tergabung dalam 247 ribu komunitas di 2.650 kecamatan di 26 provinsi di Indonesia.

















