JAKARTA, SENTRALNEWS.COM — Bank Indonesia (BI) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan digitalisasi transaksi serta pelayanan publik di daerah.
Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, mengoptimalkan pendapatan daerah, sekaligus memperluas penerapan transaksi nontunai.
Penguatan digitalisasi ekonomi dan keuangan daerah (EKD) dilakukan melalui kolaborasi Satuan Tugas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), pemerintah daerah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Indonesia, serta sejumlah pihak terkait.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bank Indonesia juga memberikan penghargaan Championship P2DD kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam mendorong digitalisasi transaksi dan pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Selain itu, penghargaan diberikan kepada para pemenang program KATALIS P2DD x DIGDAYA atas kinerja terbaik dalam mendukung pengembangan digitalisasi di daerah.
Bank Indonesia menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital di daerah tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah transaksi digital. Lebih jauh, digitalisasi diharapkan mampu menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan peluang ekonomi digital.
Dengan demikian, penerapan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Bank Indonesia bersama 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia juga terus mendorong para pemangku kepentingan di daerah untuk memperkuat implementasi digitalisasi secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dunia usaha dan masyarakat.
Sementara itu, FEKDI x IFSE 2026 berlangsung selama tiga hari, yakni 24–26 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Rangkaian kegiatan tersebut mengangkat sejumlah agenda, mulai dari penguatan sinergi nasional pada hari pertama, pengembangan talenta dan inovasi digital pada hari kedua, hingga penguatan konektivitas ekonomi dan keuangan digital antarnegara pada hari ketiga.
Masyarakat dapat mengikuti berbagai kegiatan dalam ajang tersebut, seperti seminar, talkshow, showcase inovasi teknologi, digital experience, hingga sesi jejaring.
FEKDI x IFSE 2026 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan kebijakan, inovasi, talenta, serta kebutuhan industri dan masyarakat dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.












