Tinggal Seorang Diri, Pria di Sanankulon Ditemukan Meninggal di Kamar Rumahnya

Blitar, SentralNews.com – Suasana tenang di Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon, mendadak gempar pada Kamis (13/11/2025) pagi. Seorang warga bernama Suroso (65) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya yang berada di Jl. Raya Plosoarang No. 17, Dusun Mojo, Desa Plosoarang, Kabupaten Blitar.

Korban pertama kali ditemukan oleh Suci Asmorah (64), tetangga yang rumahnya persis di sebelah. Ia awalnya merasa curiga karena sejak pagi korban tak tampak keluar rumah, sementara pintunya tidak terkunci. Saat memanggil nama korban beberapa kali, tidak ada jawaban.

“Saya panggil-panggil, ‘Pak Su… Pak Su…’ tapi tidak menjawab. Saat saya masuk ke dalam rumah, ternyata beliau sudah tergeletak di lantai kamar dalam keadaan tidak bernyawa,” ucap Suci dengan nada sedih.

Kapolsek Sanankulon, AKP Nurbudi Santosa, S.Pd.I., M.H., membenarkan penemuan tersebut. Setelah mendapat laporan, pihaknya bersama tim Inafis Polres Blitar Kota dan tenaga medis Puskesmas Sanankulon langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga kuat, Suroso meninggal karena penyakit yang dideritanya, bukan akibat tindak kejahatan.

“Di lokasi kami temukan beberapa obat seperti balsem Cap Tawon, krim panas, serta kemasan obat Ginifar dan Allopurinol. Menurut keluarga, korban memang memiliki riwayat sakit lambung yang sering kambuh,” ujar AKP Nurbudi.

Sebelum ditemukan meninggal, saksi sempat melihat korban berjalan sempoyongan dan terjatuh di depan rumahnya pada Rabu malam (12/11). Korban sempat ditolong untuk masuk ke dalam rumah, namun keesokan paginya justru ditemukan sudah tak bernyawa.

Diketahui, Suroso hidup seorang diri di rumahnya dan belum menikah. Keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian almarhum serta menolak dilakukan visum maupun autopsi. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman desa setempat.

Polsek Sanankulon memastikan, peristiwa ini murni karena faktor kesehatan, bukan karena tindak pidana.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan perangkat desa. Jenazah telah kami serahkan ke keluarga untuk dimakamkan secara layak,” pungkas Kapolsek.

Pewarta: Riyon