Lebong, Sentralnews.com – Pemerintah Desa Bioa Sengok, Kecamatan Rimbo Pengadang, kembali merealisasikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada bulan ke-11 tahun 2025. Program ini menyasar tiga kelompok rentan, yakni balita, ibu hamil, dan lansia.
Dalam agenda penyaluran tersebut, PMT diberikan kepada 40 balita, 7 ibu hamil, serta 35 lansia. Program ini merupakan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, mencegah stunting, serta menjaga kesehatan kelompok rentan agar tetap produktif dan sehat.
Kepala Desa Bioa Sengok, Kamarudin, S.Sos., menyampaikan bahwa PMT bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi bagian dari tanggung jawab besar pemerintah desa dalam memastikan kualitas kesehatan masyarakat tetap terjaga.
“Program PMT ini adalah bentuk komitmen kami untuk terus menjaga kesehatan masyarakat, terutama balita, ibu hamil, dan lansia yang sangat membutuhkan perhatian khusus. Kami ingin memastikan mereka mendapatkan asupan gizi yang baik,” ujar Kamarudin.
Ia menegaskan bahwa pendataan dilakukan secara ketat, agar seluruh bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan.
“Pendataan sudah kami lakukan secara langsung bersama perangkat desa dan kader posyandu. Kami ingin memastikan tidak ada yang terlewat dan tidak ada penerima yang ganda,” tambahnya.
Kamarudin juga menyampaikan harapan besar melalui program ini, terutama dalam upaya menurunkan potensi stunting serta menjaga kualitas kesehatan ibu dan anak.
“Harapan kami, PMT ini benar-benar memberikan dampak langsung. Balita tumbuh sehat, ibu hamil terjaga gizinya, dan lansia tetap sehat serta aktif. Ke depan, semoga program ini dapat berkelanjutan dan ditingkatkan kualitas maupun jangkauannya,” harapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus aktif mengikuti kegiatan posyandu dan pemeriksaan kesehatan rutin agar setiap warga dapat terpantau kondisi kesehatannya dengan baik.
Dengan terlaksananya PMT bulan November ini, Pemerintah Desa Bioa Sengok menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan sosial dan kesehatan, terutama untuk kelompok rentan yang menjadi perhatian utama dalam pembangunan desa. (FR)



















