Lebong, Sentralnews.com – Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, S.Sos, tampil sebagai salah satu figur paling menonjol dalam kegiatan Tabligh Akbar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Lebong. Kehadiran Carles bukan sekadar memenuhi undangan seremonial, tetapi membawa pesan kuat mengenai pentingnya menjadikan momentum keagamaan ini sebagai ruang refleksi dan penguatan persatuan masyarakat Lebong, Rabu (10/12/2025).
Carles menyampaikan bahwa peringatan HUT Lebong harus dimaknai bukan hanya sebagai seremoni tahunan, melainkan juga sebagai kesempatan besar untuk memperkuat nilai religius, membangun rasa syukur, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
“Acara ini harus jadi momentum baik bagi kita semua, untuk memperbaiki diri, mempererat kebersamaan, dan menunjukkan kepedulian. Tabligh Akbar ini bukan sekadar acara, tapi pengingat bahwa Lebong harus terus maju dengan landasan iman dan solidaritas,” tegas Carles.
Acara Tabligh Akbar yang digelar di Jalan Dua Jalur depan Kantor Bupati Lebong tersebut dipadati ribuan jamaah dari berbagai wilayah. Penceramah Ustadz Ucay hadir menyampaikan pesan spiritual yang menggugah dengan tema “Menuju Tanah Suci dan Doa Untuk Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar.”
Bupati Lebong Azhari S.H., M.H., Wakil Bupati Bambang ASB S.Sos., M.Si., jajaran Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, serta Pj. Sekda turut hadir. Namun, perhatian masyarakat dan undangan banyak tertuju pada Ketua DPRD, yang dianggap sebagai representasi suara rakyat dan tokoh penting dalam mendorong harmonisasi pembangunan daerah.
Carles Ronsen terlihat aktif berinteraksi dengan masyarakat, para tokoh agama, hingga Majelis Taklim. Sikapnya yang dekat dan komunikatif membuat kehadirannya mendapat apresiasi tersendiri dari jamaah yang memadati lokasi acara.
Tak hanya memberikan dukungan moral terhadap terselenggaranya kegiatan religius ini, Carles juga menegaskan komitmen DPRD untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan program-program yang memperkuat nilai spiritual, sosial, dan kesejahteraan masyarakat.
Selain penguatan iman, acara ini turut diisi dengan doa bersama untuk masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah ditimpa musibah. Carles secara khusus mengajak warga Lebong untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian.
“Kita mungkin jauh secara jarak, tetapi doa dan kepedulian adalah jembatan yang menghubungkan kita sebagai bangsa. Mari kita jadikan rangkaian HUT ini sebagai wujud solidaritas untuk saudara-saudara kita yang sedang menerima cobaan,” ujar Carles.
Melalui kegiatan Tabligh Akbar ini, Pemerintah Kabupaten Lebong bersama DPRD berharap terbangunnya masyarakat yang religius, rukun, dan penuh kebersyukuran. Carles menyebut bahwa perjalanan usia ke-22 adalah titik penting untuk membawa Lebong kepada arah yang lebih baik. (FR)



















