“Operasi ‘Eksklusif’ Judi Kasino & Bola Pingpong di Windsor Batam: Berani karena Tak Ditindak?”

Batam, Sentralnews.com – Sebuah ruang VIP eksklusif di lantai tiga Deluxe Pub & KTV, kawasan Windsor, Batam, diduga menjadi markas operasi perjudian beromset ratusan juta rupiah. Aktivitas ilegal yang dianggap seperti ‘kasino’ ini disebut hanya bisa diakses oleh kalangan berduit, sementara di lantai dua, judi jenis bola pingpong (pimpong) juga diduga berjalan.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebut, akses ke ruang judi di lantai tiga sangat tertutup dan selektif. Hanya pemain dengan modal besar, baik dari luar daerah maupun lokal, yang mendapat ‘karpet merah’ untuk memasuki area terlarang tersebut.

“Tidak untuk umum. Sistemnya tertutup dan sangat sulit dipantau publik. Ini yang membuat aktivitas ini seperti terlindungi,” ujar seorang sumber yang tidak ingin namanya disebutkan.

Dua Lantai, Dua Modus, Satu Lokasi.
Yang lebih mengejutkan, di lantai dua tempat hiburan yang sama, beroperasi pula dugaan judi bola pingpong secara terpisah. Artinya, dalam satu kompleks hiburan, dua lantai berbeda diduga menjadi arena taruhan ilegal dengan modus berlainan.

Fakta ini memantik pertanyaan besar: Bagaimana mungkin praktik semacam ini bisa berjalan mulus di tengah kota, di kawasan hiburan terkenal seperti Windsor, tanpa ada tindakan hukum yang berarti?

Publik pun menyoroti pola eksklusif yang diterapkan. Pola ini dinilai justru menguatkan indikasi bahwa aktivitas ini telah berlangsung lama dan terorganisir, serta memunculkan tanda tanya tentang keberadaan ‘pelindung’ yang memungkinkannya bebas dari razia.

Kawasan Windsor merupakan pusat hiburan malam yang ramai dan strategis. Dengan karakter seperti itu, mustahil aparat penegak hukum atau instansi terkait tidak mengetahui geliat aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, desas-dusus tentang ‘kasino eksklusif’ dan judi bola pingpong di Deluxe Pub & KTV masih menjadi pembicaraan hangat. Masyarakat menunggu langkah tegas dan klarifikasi dari pihak berwajib untuk mengungkap kebenaran informasi ini dan menegakkan hukum secara nyata, bukan sekadar wacana.

editor red/tim.