TMMD

TMMD Ke-129 Wujudkan Sekolah Impian, Empat Ruang Kelas SDN Kesongo 1 Direhab

×

TMMD Ke-129 Wujudkan Sekolah Impian, Empat Ruang Kelas SDN Kesongo 1 Direhab

Share this article

BOJONEGORO- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di sektor pendidikan. Salah satu sasaran fisik yang menjadi perhatian adalah rehabilitasi empat ruang kelas SDN Kesongo 1 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.

Pada Senin (27/7/2026), personel Satgas TMMD bersama warga bergotong royong melaksanakan berbagai pekerjaan renovasi, mulai dari perbaikan dinding, pemasangan kusen dan bingkai jendela, hingga penyempurnaan bagian bangunan lainnya agar ruang belajar menjadi lebih aman dan nyaman.

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke-129, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, turun langsung meninjau jalannya rehabilitasi sekolah. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan selesai sesuai target waktu yang telah ditetapkan. Kehadiran Dansatgas di lokasi juga menjadi penyemangat bagi personel Satgas TMMD dan masyarakat yang bersama-sama bekerja mewujudkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak Desa Kesongo.

Dansatgas TMMD Ke-129, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting dalam membangun masa depan bangsa. “Melalui rehabilitasi empat ruang kelas SDN Kesongo 1 ini, kami ingin menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak sehingga para siswa dapat belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat. Kami berharap kehadiran TMMD mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Desa Kesongo,” ujarnya.

Kepala SDN Kesongo 1 mengungkapkan rasa syukur atas kepedulian TNI melalui program TMMD. Menurutnya, renovasi ruang kelas ini akan memberikan suasana belajar yang lebih kondusif dan meningkatkan motivasi siswa dalam menuntut ilmu.

Rehabilitasi SDN Kesongo 1 menjadi bukti bahwa Program TMMD Ke-129 tidak hanya membangun infrastruktur desa, tetapi juga memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.

Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan sekolah yang lebih representatif, sekaligus menanamkan harapan baru bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang unggul, cerdas, dan berkarakter.