Kapolsek Batu Aji Buka Suara! Mayat Wanita di Hotel OYO Ternyata Long Stay Sebulan, Korban Warga Jawa Barat

Batam, Sentralnews.com – Heboh penemuan mayat wanita di Hotel OYO Backpacker Guesthouse 2 Ruko Sarkenji, Batu Aji, akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari pihak kepolisian. Kapolsek Batu Aji, Bayu Rizky, angkat bicara setelah sempat vakum dikonfirmasi wartawan. Kepada awak media, Jumat (27/2/2026) dini hari, ia membeberkan fakta mengejutkan: korban ternyata telah menginap hampir sebulan lamanya!

“Mohon maaf, pesan WhatsApp abg kemarin tertindih. Banyak pesan masuk karena bersamaan ada juga laporan warga mau bunuh diri di tower Tembesi,” ujar Bayu Rizky melalui sambungan telepon, pukul 00.11 WIB.

Kapolsek menjelaskan, korban berinisial S (26) adalah warga Jawa Barat. Hasil visum di RSUD Embung Fatimah menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di lokasi kejadian, polisi menemukan alat inhaler yang biasa digunakan penderita asma.

“Rabu (25/2) sekitar pukul 09.20 WIB, kami menerima laporan adanya jenazah wanita di kamar hotel. Saksi pertama adalah petugas yang hendak menagih uang tagihan kepada korban pukul 09.00 WIB. Sait itu, korban sudah ditemukan tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Tim dari Polsek Batu Aji dan Inafis Polresta Barelang tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, lalu mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Yang paling mengejutkan, korban ternyata sudah menginap di hotel tersebut sejak 3 Februari 2026 hingga ditemukan meninggal pada 25 Februari 2026. Selama kurun waktu itu, korban tercatat beberapa kali check out dan check in di kamar yang berbeda.

“Korban seperti long stay. Satu minggu check out, lalu datang lagi check in di kamar berbeda di hotel itu,” pungkas Bayu Rizky.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban di Jawa Barat masih berembug menentukan apakah akan menjemput jenazah ke Batam atau jenazah akan dikirim ke kampung halaman.

Pengawasan Longgar, Hotel Melati Kembali Jadi Sorotan

Klarifikasi ini sekaligus membuka fakta baru tentang lemahnya pengawasan terhadap hotel melati di Batam. Seorang wanita sendirian menginap selama hampir sebulan dengan berpindah-pindah kamar, tanpa ada pertanyaan dari pihak hotel maupun aparat setempat.

Publik kembali mempertanyakan: di mana pengawasan Satpol PP dan instansi terkait? Apakah hotel-hotel murah seperti OYO dibiarkan beroperasi tanpa kontrol, sehingga menjadi tempat bebas bagi siapa pun, termasuk yang berisiko mengalami gangguan kesehatan tanpa pertolongan?

Sebelumnya, Satpol PP Batam hanya merespons normatif pertanyaan wartawan dengan janji patroli terjadwal. Data konkret jumlah razia dan penutupan hotel bermasalah tak pernah dipublikasikan. Kini, warga menanti aksi nyata agar tragedi serupa tak terulang.

Batam darurat pengawasan. Warga menanti gebrakan, bukan sekadar janji di atas kertas.

Editor red/tim