Jembatan Lubuk Silandak Mulai Dibangun, Warga Segera Nikmati Akses Baru yang Dorong Ekonomi Dua Kecamatan

Mukomuko, Sentralnews.com – Penantian panjang masyarakat Desa Lubuk Silandak, Kecamatan Teramang Jaya, untuk memiliki jembatan permanen akhirnya mulai memasuki babak baru. Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini tengah memproses pembangunan Jembatan Lubuk Silandak, sebuah infrastruktur strategis yang diharapkan mampu membuka konektivitas sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Selama bertahun-tahun, warga masih mengandalkan penyeberangan sungai untuk beraktivitas. Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga menambah biaya transportasi, terutama bagi petani yang mengangkut hasil perkebunan. Kehadiran jembatan permanen sepanjang 60 meter ini diyakini akan menjadi solusi atas berbagai kendala tersebut.

Pembangunan jembatan merupakan hasil perjuangan Pemerintah Kabupaten Mukomuko yang mengusulkan bantuan kepada pemerintah pusat. Upaya tersebut membuahkan hasil setelah Kementerian Pekerjaan Umum memberikan hibah berupa kerangka jembatan yang akan dipasang pada proyek ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST., MT., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Budiarto, mengatakan proses pembangunan saat ini masih berada pada tahapan pengadaan.

“Per hari ini (2/7), prosesnya masih dalam tahapan tender dan memasuki masa sanggah. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga setelah tender selesai, kontrak dengan penyedia jasa dapat segera ditandatangani,” ujar Budiarto.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dilaksanakan pada minggu kedua Juli 2026 dan berlangsung hingga Desember 2026.

Menurutnya, proyek tahap pertama didukung anggaran APBD Kabupaten Mukomuko Tahun Anggaran 2026 sebesar sekitar Rp1,9 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk pemasangan kerangka jembatan sepanjang 60 meter, sementara pembangunan lantai jembatan akan diusulkan pada anggaran tahun 2027.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, jembatan ini diproyeksikan menjadi penghubung penting bagi masyarakat di Kecamatan Teramang Jaya dan Kecamatan Penarik. Nantinya, akses dari Desa Sumber Mulyo, Maju Makmur, Suka Maju, serta sejumlah desa di Kecamatan Penarik menuju Desa Lubuk Silandak, Desa Pondok Baru hingga jalan nasional akan semakin mudah dan cepat.

“Jembatan ini akan membuka akses antardesa sehingga mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar. Dampaknya tentu akan dirasakan di berbagai sektor,” jelas Budiarto.

Ia menambahkan, sektor perkebunan menjadi salah satu yang paling diuntungkan. Selama ini, distribusi hasil panen, terutama kelapa sawit, masih bergantung pada penyeberangan sungai yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

“Dengan adanya jembatan, biaya angkut hasil perkebunan akan lebih efisien. Selain itu, akses pelajar menuju sekolah, pelayanan masyarakat, hingga aktivitas sosial juga menjadi lebih mudah karena warga tidak lagi bergantung pada penyeberangan sungai,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga Jembatan Lubuk Silandak segera berfungsi sebagai urat nadi baru yang memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar aktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Teramang Jaya dan Penarik.