BENGKULU, SENTRALNEWS.COM — Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu terus memperkuat kapasitas dan wawasan perencanaan pembangunan melalui keterlibatan dalam forum nasional. Kali ini, Bappeda Kota Bengkulu mengikuti Forum BAKTI (Bappeda Kota Seluruh Indonesia) yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 di Kota Medan.
Forum tersebut berlangsung di Hotel JW Marriott Medan dan menjadi ruang strategis bagi para pimpinan serta pejabat perencana daerah dari berbagai kota di Indonesia untuk bertukar gagasan, memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi terkait arah kebijakan pembangunan nasional.
Bappeda Kota Bengkulu diwakili Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah (P2EPD), Laura Titut Tejawahyuni.
Keikutsertaan Bappeda dalam Forum BAKTI menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan nasional yang memiliki kaitan langsung dengan perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan pembangunan di daerah.
Bahas Masa Depan Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah
Forum BAKTI 2026 mengangkat tema “Kepala Bappeda Bicara: Hubungan Keuangan Pusat-Daerah dalam Momentum Revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah.”
Tema tersebut menjadi penting bagi pemerintah kota karena hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan daerah dalam membiayai program pembangunan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam forum, peserta membahas implementasi Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) serta berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam pengelolaan fiskal.
Pembahasan diarahkan pada bagaimana hubungan keuangan pusat dan daerah dapat berjalan lebih efektif, adil dan mampu mendukung percepatan pembangunan di berbagai wilayah.
Bagi Bappeda Kota Bengkulu, pemahaman terhadap arah kebijakan fiskal nasional menjadi penting untuk memastikan proses perencanaan pembangunan daerah dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan regulasi dan kondisi kemampuan keuangan daerah.
Sinkronisasi 32 Urusan Pemerintahan
Selain persoalan keuangan, forum juga membahas sinkronisasi pembagian 32 urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pembagian kewenangan yang jelas dan proporsional dinilai penting untuk memperkuat efektivitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih kewenangan.
Isu tersebut memiliki kaitan erat dengan perencanaan pembangunan daerah. Kejelasan pembagian urusan akan membantu pemerintah daerah menentukan program, kegiatan dan kebutuhan pendanaan sesuai kewenangan masing-masing.
Melalui forum tersebut, para perencana daerah juga memperoleh perspektif mengenai kemungkinan perubahan kebijakan dan regulasi pemerintahan daerah ke depan.
Bappeda Perkuat Perencanaan Berbasis Kebijakan Nasional
Keikutsertaan Bappeda Kota Bengkulu dalam Forum BAKTI tidak hanya menjadi ajang mengikuti diskusi nasional. Forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperoleh masukan dan pengalaman dari pemerintah kota lain dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Hasil pembahasan dan rekomendasi yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan berbagai dokumen perencanaan pembangunan Kota Bengkulu, baik jangka panjang, jangka menengah maupun tahunan.
Bappeda memiliki peran penting dalam memastikan arah pembangunan daerah tetap sinkron dengan kebijakan pemerintah pusat, namun pada saat yang sama tetap memperhatikan kebutuhan dan karakteristik Kota Bengkulu.
Karena itu, forum yang mempertemukan para perencana pembangunan dari berbagai kota tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi dan membangun kesamaan perspektif mengenai arah pembangunan daerah.
Dorong Pembangunan Kota Bengkulu Semakin Terarah
Melalui Forum BAKTI, Bappeda Kota Bengkulu terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur perencana agar mampu membaca perubahan kebijakan dan menerjemahkannya ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat memperkuat kualitas perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan di Kota Bengkulu.
Keikutsertaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama antardaerah serta membuka ruang pertukaran praktik baik dalam penyelenggaraan pembangunan.
Dengan semakin kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Bappeda Kota Bengkulu diharapkan mampu terus mengawal pembangunan yang lebih terintegrasi, efektif, terukur dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Forum BAKTI dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI 2026 sekaligus menegaskan pentingnya peran Bappeda sebagai penghubung strategis antara kebijakan nasional dengan arah pembangunan di tingkat daerah.
Bagi Kota Bengkulu, mengikuti forum nasional bukan sekadar hadir, tetapi membawa pulang wawasan dan gagasan untuk memperkuat perencanaan serta memastikan pembangunan daerah berjalan semakin tepat sasaran.












