BOJONEGORO – Komoditas lokal berupa pisang dan waluh kini tidak lagi dipandang sebagai hasil panen biasa. Melalui program nonfisik TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, dibekali keterampilan mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi. Pelatihan yang digelar di Balai Desa Kesongo pada Senin (3 Agustus 2026) tersebut diikuti anggota PKK dan masyarakat sebagai langkah awal mendorong lahirnya UMKM unggulan desa.
Peserta mendapatkan praktik langsung mengolah pisang dan waluh menjadi berbagai produk, seperti banana bread, aneka kue, dan keripik. Selain itu, mereka juga memperoleh materi mengenai pengemasan, standar mutu produk, hingga teknik pemasaran agar hasil olahan mampu bersaing di pasar. Pelatihan ini membuka wawasan bahwa potensi pangan lokal dapat menjadi sumber usaha yang menjanjikan apabila dikelola secara kreatif.
Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menjelaskan bahwa pelatihan UMKM merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan potensi desa. “Kami berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan sehingga lahir produk unggulan khas Desa Kesongo yang mampu meningkatkan nilai jual hasil pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat,” ujar salah satu personel Satgas TMMD.
Seorang warga peserta pelatihan mengaku semakin optimistis setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Kami sekarang memahami bahwa pisang dan waluh bisa diolah menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Ilmu ini akan kami praktikkan agar ke depan Desa Kesongo memiliki produk UMKM yang dikenal masyarakat luas,” ungkapnya.









