Lebong. Sentralnews.com – Kritik tajam kembali mengarah ke Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Lebong setelah dua insiden keselamatan terjadi di kawasan wisata Air Paliak dalam waktu berdekatan.
Tokoh pemuda Lebong, Anjar SH, MH, menilai dinas terkait terkesan abai dalam memastikan keamanan pengunjung.
Insiden pertama terjadi saat seorang remaja 14 tahun meninggal dunia akibat tenggelam di Air Terjun Paliak. Tragedi itu mengguncang publik, namun menurut Anjar, tidak ada langkah konkret dari Disparpora untuk memperketat pengawasan maupun mengevaluasi sistem keamanan.
Belum genap sebulan, insiden kedua kembali terjadi pada 22 November, ketika sejumlah wisatawan yang berstatus sebagai mahasiswa dan mahasiswi dari Universitas Bengkulu (UNIB) terjebak derasnya arus air yang mendadak meningkat. Beruntung, korban berhasil diselamatkan warga dan relawan setempat.
“Ini bukan semata musibah. Ada persoalan manajemen risiko dan minimnya mitigasi bahaya. Disparpora semestinya tidak hanya fokus pada promosi, tapi juga menjamin keselamatan setiap wisatawan,” tegas Anjar kepada wartawan, Minggu (23/11/2025).
Ia menilai standar keselamatan di kawasan wisata Lebong masih jauh dari memadai. Rambu peringatan, petugas pengawas, hingga sistem early warning dianggap tidak berjalan.
“Kalau hal dasar saja tidak tersedia, potensi wisata bisa berubah jadi ancaman,” ujarnya.
Anjar mendesak pemerintah daerah dan Disparpora melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh objek wisata, memperbaiki SOP keselamatan, dan menggandeng BPBD, kepolisian serta unsur masyarakat.
Sementara itu, Kabid Pariwisata Disparpora Lebong, Agus Supriadi, memberi tanggapan berbeda. Ia menyebut pihaknya sudah mengambil langkah setelah insiden pertama.
Agus menegaskan bahwa Disparpora telah meminta pihak kecamatan dan pemerintah desa memasang plang larangan menuju Air Terjun Paliak, namun instruksi tersebut tidak dijalankan.
“Kami sudah minta Camat dan Kades pasang plang larangan pasca kejadian remaja tenggelam. Tapi tidak diindahkan. Mereka bandel, tidak ditindaklanjuti,” kata Agus.
Agus menambahkan, setelah insiden wisatawan terjebak arus, pihaknya akan kembali memanggil Camat dan Kades untuk evaluasi.
“Kita akan panggil lagi, dan kita minta lokasi wisata ditutup sementara,” tegasnya. (FR)




















