Pelantikan Komisaris Non Independen Bank Bengkulu, Gubernur Tegaskan Penguatan Tata Kelola dan Transformasi Digital

Oplus_131072

Bengkulu, Sentralnews.com – Bank Bengkulu resmi melantik Komisaris Non Independen baru dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Aula Moechtar Azehari, Graha Bank Bengkulu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, serta dihadiri perwakilan bank bjb selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP), Bapak Muyana (Direktur Korporasi dan UMKM bank bjb), dan seluruh bupati/wali kota se-Provinsi Bengkulu sebagai pemegang saham.

Dalam agenda RUPSLB tersebut, ditetapkan Dra. Elva Hartati, S.IP sebagai Komisaris Non Independen Bank Bengkulu terpilih untuk periode 2025–2029. Usai penetapan, Gubernur Bengkulu langsung memimpin prosesi pelantikan secara resmi.

Pelantikan ini dilaksanakan setelah terbitnya Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEPR-160/D.03/2025 tertanggal 24 September 2025, yang menyatakan Dra. Elva Hartati lulus uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Sebelumnya, dalam RUPSLB tanggal 28 April 2025, Bank Bengkulu telah mengumumkan pembukaan seleksi posisi Komisaris dan Direksi. Dari proses tersebut, Elva Hartati dan Andaru Pranata ditetapkan sebagai calon Komisaris Non Independen. Setelah melalui tahapan seleksi dan penilaian dari OJK, Elva Hartati ditetapkan sebagai Komisaris Non Independen terpilih.

Dalam sambutannya, Gubernur Bengkulu menegaskan bahwa jabatan komisaris bukan sekadar posisi, tetapi amanah besar yang menuntut integritas, keteladanan, dan komitmen kuat dalam mengawal arah kebijakan perusahaan.

“Fungsi pengawasan harus dijalankan secara objektif, independen, dan semata-mata berpihak pada kepentingan perusahaan dan masyarakat Bengkulu,” tegas Helmi Hasan.

Menurutnya, dengan dilantiknya komisaris baru, struktur manajemen Bank Bengkulu diharapkan semakin solid. Sinergi antara Komisaris dan Direksi menjadi kunci dalam mempercepat langkah Bank Bengkulu menuju bank daerah yang modern, profesional, dan berdaya saing tinggi.

Penguatan pengawasan juga diyakini akan memastikan seluruh kebijakan operasional Bank Bengkulu tetap berjalan sesuai prinsip kehati-hatian dan Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran.

Tak hanya itu, Gubernur juga memberikan pesan khusus agar Bank Bengkulu terus berbenah dan melakukan transformasi nyata.

“Saya mengingatkan Bank Bengkulu untuk terus meningkatkan kualitas layanan, melakukan transformasi digital, memperkuat manajemen risiko, menjaga kesehatan keuangan, serta mengutamakan pelayanan yang cepat, bersih, dan terpercaya. Bank Bengkulu bukan hanya harus mengejar profit, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Bengkulu,” ujarnya.

Pelantikan ini menandai babak baru bagi Bank Bengkulu dalam memperkuat tata kelola dan memperbesar peran strategisnya sebagai bank kebanggaan masyarakat Bengkulu.