BOJONEGORO – Penguatan karakter menjadi pondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berdaya saing. Melalui program non fisik TMMD, pemuda Desa Kesongo diajak memahami pentingnya karakter, kemandirian ekonomi, dan kemampuan berkomunikasi. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Kesongo pada Senin (20/7/2026).
Semangat kebersamaan terlihat dalam kegiatan nonfisik Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro saat personel Satgas TMMD berbaur bersama para pemuda Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, mengikuti Sosialisasi Penguatan Karakter, Ekonomi Pemuda, dan Public Speaking, Senin (20/7/2026). Tidak sekadar mendengarkan materi, para peserta juga aktif berdiskusi dan bertukar gagasan dengan narasumber, menciptakan suasana pembelajaran yang komunikatif dan penuh semangat.
Salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. “Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat kemanunggalan TNI dengan masyarakat sekaligus membekali para pemuda dengan karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, dan wawasan ekonomi. Mereka adalah calon pemimpin desa yang harus dipersiapkan sejak sekarang,” ungkapnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah seorang pemuda Desa Kesongo mengaku merasa lebih termotivasi karena dapat belajar langsung bersama Satgas TMMD dan narasumber. “Kami tidak hanya mendapatkan ilmu tentang public speaking dan penguatan karakter, tetapi juga belajar pentingnya kerja sama, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini membuat kami semakin percaya diri untuk ikut berkontribusi membangun desa,” tuturnya.
Melalui kegiatan nonfisik TMMD ke-129, Kodim 0813/Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Diharapkan, sinergi yang telah terjalin mampu melahirkan generasi muda Desa Kesongo yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi penggerak pembangunan demi kemajuan desa yang berkelanjutan.



















