BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui kegiatan nonfisik. Salah satunya diwujudkan dengan Sosialisasi Penanaman Modal yang dilaksanakan di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, pada Rabu (22/7/2026).
Kegiatan ini diikuti perangkat desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan warga sebagai upaya memperluas wawasan mengenai pentingnya penanaman modal dalam mendukung kemajuan ekonomi desa.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai dasar-dasar penanaman modal, strategi mengembangkan potensi usaha lokal, pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif, serta peluang pengembangan UMKM berbasis potensi Desa Kesongo. Melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif, warga diajak untuk melihat bahwa kemajuan desa tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa kegiatan nonfisik menjadi bagian penting dari pelaksanaan TMMD. “Kami ingin masyarakat tidak hanya menikmati hasil pembangunan fisik, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Melalui sosialisasi penanaman modal ini, kami berharap warga semakin memahami cara mengembangkan usaha, memanfaatkan potensi desa, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Salah seorang warga peserta sosialisasi mengaku materi yang diberikan sangat bermanfaat. “Kami mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya investasi dan pengembangan usaha. Harapannya, ilmu ini dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha yang kami miliki sehingga ekonomi keluarga maupun desa bisa semakin maju,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung dengan antusias hingga akhir acara melalui sesi diskusi dan tanya jawab. TMMD Ke-129 kembali membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas masyarakat.
Diharapkan, bekal pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi ini mampu mendorong tumbuhnya usaha-usaha produktif, memperkuat kemandirian ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Kesongo secara berkelanjutan.

















