Kualitas Adukan Menentukan Hasil Akhir, Satgas TMMD Utamakan Ketelitian dalam Pemasangan Keramik

Bojonegoro – Proses rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Kasiman, warga RT 20 RW 08 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, terus memasuki tahap penyelesaian. Pada Jumat (24/7/2026), Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro melaksanakan pemasangan keramik lantai dengan mengedepankan kualitas pekerjaan. Sebelum keramik dipasang, campuran semen dan pasir diolah dengan komposisi yang tepat sebagai adukan utama agar setiap keping keramik melekat kuat, rata, dan memiliki daya tahan yang maksimal.

 

Salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa kualitas adukan menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir pemasangan keramik. “Kami selalu mengutamakan ketelitian sejak proses pencampuran material hingga pemasangan setiap lembar keramik. Adukan yang sesuai komposisi akan menghasilkan lantai yang kokoh dan tidak mudah mengalami kerusakan. Karena itu, setiap tahapan kami kerjakan dengan penuh tanggung jawab agar rumah yang dibangun benar-benar berkualitas dan nyaman ditempati,” jelasnya.

 

Bapak Kasiman mengaku sangat bersyukur melihat progres renovasi rumahnya yang kini semakin mendekati penyelesaian. Ia mengapresiasi dedikasi Satgas TMMD dan warga yang bekerja dengan penuh semangat dan kehati-hatian. “Saya berterima kasih kepada Satgas TMMD dan seluruh warga yang telah membantu membangun rumah kami. Semua pekerjaan dilakukan dengan rapi dan teliti, termasuk saat memasang keramik. Semoga pembangunan ini segera selesai sehingga keluarga kami dapat menempati rumah yang lebih layak dan nyaman,” ungkap Bapak Kasiman.

 

Dengan mengedepankan kualitas di setiap tahapan pekerjaan, Satgas TMMD Ke-129 tidak hanya mempercepat penyelesaian rehabilitasi RTLH, tetapi juga memastikan hasil pembangunan memiliki mutu yang baik dan tahan lama. Sinergi antara TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan hunian yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga Desa Kesongo.