SENTRALNEWS.COM, LEBONG – Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Lebong dalam rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026), berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Kegiatan yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Lebong tersebut menjadi momentum bagi lembaga legislatif daerah untuk memperkuat komitmen mengawal pembangunan, pemerintahan, serta kepentingan masyarakat di tengah arah kebijakan nasional.
Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lebong Carles Ronsen, didampingi Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD beserta anggota DPRD. Hadir pula Bupati Lebong H. Azhari, SH, MH, Wakil Bupati Bambang ASB, S.Sos, M.Si, Penjabat Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat Pemkab Lebong.
Dari ruang sidang DPRD, seluruh peserta menyimak Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI.
Bagi DPRD Lebong, pidato kenegaraan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melihat kembali sejauh mana pemerintah daerah bersama DPRD mampu menerjemahkan semangat pembangunan nasional ke dalam kebijakan yang konkret bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Lebong, Carles Ronsen, menegaskan bahwa semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam memastikan pembangunan daerah berjalan dengan baik dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Mari kita jadikan kemerdekaan ini sebagai semangat untuk menjaga persatuan, bukan perpecahan. Pembangunan daerah membutuhkan stabilitas dan kerja sama semua pihak,” ujarnya.
Carles mengatakan, DPRD akan terus menjalankan fungsi legislasi, penganggaran dan pengawasan secara maksimal. Menurutnya, ketiga fungsi tersebut merupakan instrumen penting untuk memastikan jalannya pemerintahan tetap berada pada koridor kepentingan rakyat.
“DPRD memiliki tanggung jawab untuk mengawal setiap kebijakan dan anggaran daerah. Orientasinya harus jelas, bagaimana pembangunan memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah. Perbedaan pandangan, kata dia, merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan harus diselesaikan melalui dialog serta kepentingan yang lebih besar.
“Perbedaan pendapat itu biasa dalam demokrasi. Yang paling penting bagaimana kita mencari solusi terbaik untuk Kabupaten Lebong. Jangan sampai perbedaan menjadi penghambat pembangunan,” katanya.
Memasuki momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Carles juga mengajak masyarakat menjaga kondusivitas daerah, khususnya menghadapi berbagai agenda pemerintahan dan politik di Kabupaten Lebong.
“Tahun ini kita menghadapi dinamika daerah, termasuk agenda Pilkades serentak. Mari kita jaga agar seluruh proses berjalan aman, tertib dan demokratis,” ajaknya.
Sementara itu, dari sisi eksekutif, Bupati Lebong H. Azhari menilai kemerdekaan harus menjadi energi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan.
“Semangat kemerdekaan ke-81 tahun ini menjadi energi bersama untuk terus berkarya dan membangun daerah. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Lebong,” tegas Bupati.»
Wakil Bupati Lebong Bambang ASB juga menekankan pentingnya membangun sinergi antara pemerintah daerah, DPRD dan Forkopimda.
Namun, bagi DPRD Lebong, momentum pidato kenegaraan sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan di tingkat daerah harus terus dikawal secara konsisten.
Lembaga legislatif memastikan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pemerintah tetap menjadi bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pembangunan.
“Yang kita perjuangkan adalah bagaimana kebijakan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Anggaran yang disusun harus memiliki manfaat dan program yang dijalankan harus bisa dipertanggungjawabkan,” demikian penegasan dari jajaran DPRD Lebong.
Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI pun diharapkan tidak berhenti pada seremoni. Dari ruang sidang DPRD Lebong, momentum tersebut menjadi penegasan kembali komitmen bersama untuk menjaga demokrasi, persatuan, stabilitas daerah, serta mendorong pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lebong. (FR)











