Lebong, Sentralnews.com – Kebijakan penganggaran pembangunan di Kabupaten Lebong kembali menuai sorotan. Di tengah keterbatasan fiskal daerah, alokasi dana justru dinilai tidak mencerminkan kebutuhan paling mendesak masyarakat, khususnya pada sektor infrastruktur dasar.
Salah satu contohnya terlihat pada pembangunan ruas jalan Danau Liang–Turan Ingep yang hanya dianggarkan sebesar Rp900 juta. Nilai tersebut dinilai jauh dari ideal, mengingat kondisi jalan yang telah puluhan tahun rusak dan menjadi akses penting antarwilayah.
Ironisnya, keterbatasan anggaran itu berbanding terbalik dengan kebijakan Pemkab Lebong yang mengalokasikan dana lebih dari Rp1,7 miliar masing-masing untuk rehabilitasi Rumah Dinas Bupati dan ruang rapat paripurna DPRD Lebong. Perbedaan prioritas inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan publik terkait arah kebijakan pembangunan daerah.
Padahal, ruas jalan Danau Liang–Turan Ingep selama ini menjadi harapan warga karena belum pernah tersentuh pembangunan signifikan dan berperan penting dalam mendukung aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Lebih jauh, ruas jalan tersebut juga termasuk dalam program prioritas kepala daerah terpilih. Namun realisasi yang dilakukan secara bertahap dinilai belum sejalan dengan ekspektasi masyarakat, terutama ketika kebutuhan dasar justru mendapat porsi anggaran yang jauh lebih kecil.
Kondisi tersebut mendapat respons keras dari tokoh pemuda Lebong, Eko Fernandes, yang menilai kebijakan anggaran Pemkab Lebong menunjukkan logika pembangunan yang terbalik.
“Bupati keliru, infrastruktur dasar hanya dianggarkan ratusan juta. Padahal puluhan tahun rusak. Sedangkan, pemkab menganggarkan miliaran untuk rehab rumah dinas bupati dan kantor DPRD. Logika pemimpin kita terbalik,” tegas Eko.
Informasi mengenai minimnya anggaran pembangunan jalan Danau Liang–Turan Ingep itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebong, Elvi Andriani, SE.
Elvi menjelaskan, saat ini pembangunan jalan tersebut masih berada pada tahap administrasi awal dan tengah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).
“Jika seluruh proses penginputan rampung, paket pekerjaan akan segera ditayangkan melalui ULP. Kami menargetkan pekerjaan fisik bisa dimulai sekitar Maret 2026,” ujar Elvi.
Selain ruas Danau Liang–Turan Ingep, Dinas PUPR Kabupaten Lebong juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp950 juta untuk melanjutkan pembangunan jalan menuju Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis.
Jalan tersebut kerap disebut sebagai jalur kemanusiaan karena menjadi satu-satunya akses darat bagi warga desa terpencil yang berada di tengah kawasan hutan.
Menurut Elvi, kondisi geografis serta status kawasan menjadi kendala utama dalam pembangunan jalan Sungai Lisai. Lebar jalan yang hanya sekitar dua meter dan keberadaannya di wilayah Hutan Lindung Kerinci Seblat membuat pelebaran jalan tidak memungkinkan.
“Pembangunan harus menyesuaikan dengan regulasi lingkungan. Kita tidak bisa melakukan pelebaran karena akan berdampak pada kawasan lindung,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pagu anggaran pembangunan infrastruktur Dinas PUPR Kabupaten Lebong pada tahun 2026 hanya berkisar Rp21 miliar lebih. Angka ini dinilai belum mampu menjawab kebutuhan pembangunan jalan dan fasilitas dasar lainnya secara menyeluruh, sehingga pemerintah daerah menerapkan kebijakan skala prioritas.
Elvi menambahkan, keterbatasan anggaran tersebut dipicu oleh kebijakan pemerintah pusat yang memangkas Transfer ke Daerah (TKD). Pada 2026, Kabupaten Lebong tercatat mengalami pengurangan TKD hingga Rp98 miliar, yang berdampak langsung pada sektor pembangunan.
Meski berada dalam tekanan fiskal, Pemkab Lebong menegaskan tetap berkomitmen menjalankan pembangunan secara berkelanjutan. Fokus diarahkan pada akses jalan strategis dan bernilai kemanusiaan, meski kebijakan anggaran yang diambil kini terus menjadi bahan evaluasi publik.
“Keterbatasan anggaran tidak boleh menghilangkan manfaat pembangunan. Kita tetap berupaya agar masyarakat, khususnya di daerah sulit dijangkau, bisa merasakan dampaknya,” tutup Elvi. (FR)




















