Hebel Terus Terpasang, Satgas TMMD Maksimalkan Kerja Tim Wujudkan Rumah Layak Huni

BOJONEGORO – Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Koko Margono di RT 13/RW 06, Dusun Krebet, Desa Kesongo, terus menunjukkan perkembangan positif. Pada Senin (20/7/2026), Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro bersama warga melanjutkan pemasangan hebel sebagai bagian dari pembangunan dinding rumah. Dengan mengoptimalkan kerja tim, setiap tahapan dilakukan secara cepat, terarah, dan tetap mengutamakan kualitas agar rumah layak huni tersebut segera terwujud.

 

Sejak pagi, personel Satgas bersama warga bergerak sesuai tugas masing-masing. Ada yang mengukur dan memastikan posisi hebel tetap presisi, ada yang memasang blok hebel pada dinding, sementara yang lain menyiapkan campuran perekat serta mendekatkan material ke area kerja. Pola kerja yang saling mendukung membuat pemasangan hebel berjalan lancar tanpa terputus, sehingga progres pembangunan terus meningkat sesuai target.

 

Salah seorang anggota Satgas TMMD mengatakan bahwa kekompakan tim menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian RTLH. “Pemasangan hebel membutuhkan ketelitian agar hasilnya rapi dan kuat. Karena itu, kami membagi tugas agar setiap pekerjaan bisa berjalan bersamaan. Ada yang fokus pemasangan, ada yang menyiapkan material dan adukan perekat. Dengan kerja sama seperti ini, pekerjaan lebih cepat selesai tanpa mengurangi kualitas bangunan,” ujarnya.

 

Salah seorang warga Dusun Krebet yang ikut membantu mengaku bangga dapat terlibat dalam pembangunan rumah tersebut. “Kami melihat semangat bapak-bapak TNI yang luar biasa. Mereka bekerja kompak dan selalu mengajak warga untuk ikut membantu. Sekarang dinding rumah Pak Koko mulai terlihat, sehingga kami semakin yakin rumah ini segera selesai dan bisa ditempati dengan nyaman,” ungkapnya.

 

Kerja tim yang solid antara Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan RTLH Bapak Koko Margono. Setiap hebel yang terpasang bukan hanya membentuk dinding rumah, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat di Desa Kesongo.