BOJONEGORO – Kesigapan dan ketepatan tindakan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Satgas TMMD bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bojonegoro memberikan edukasi dan praktik kesiapsiagaan bencana alam maupun nonalam kepada masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membekali warga agar mampu bertindak cepat, tepat, dan tidak panik ketika menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Kesongo tersebut diikuti perangkat desa, anggota Linmas, serta warga masyarakat. Peserta mendapatkan pelatihan mengenai penanganan awal korban kecelakaan, teknik evakuasi yang benar, pertolongan pertama (first aid), serta prosedur keselamatan bagi penolong. Pembekalan ini menjadi semakin penting karena Desa Kesongo berada di jalur lintasan Bojonegoro–Lamongan yang memiliki potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Salah satu petugas PMI Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa kepanikan sering menjadi kendala saat masyarakat menghadapi kejadian darurat. “Hal pertama yang harus dilakukan ketika terjadi bencana atau kecelakaan adalah tetap tenang, memastikan lokasi aman, kemudian memberikan pertolongan sesuai kemampuan. Pengetahuan sederhana seperti ini dapat membantu menyelamatkan nyawa sebelum bantuan medis datang,” ujarnya. Salah satu warga Desa Kesongo mengaku mendapatkan manfaat besar dari pelatihan tersebut. “Kami jadi lebih memahami langkah yang harus dilakukan ketika melihat korban kecelakaan. Tidak hanya menolong, tetapi juga tahu cara menolong yang benar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro berharap kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat semakin meningkat. TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga membangun masyarakat yang tangguh, peduli, dan siap bergerak membantu sesama demi menciptakan Desa Kesongo yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.



















