TMMD Ke-129 Wujudkan Jembatan Kokoh untuk Mendukung Aktivitas Masyarakat

BOJONEGORO – Program TMMD Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro terus menghadirkan pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Pada Kamis (24/7/2026), Satgas TMMD bersama warga Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, melaksanakan pembongkaran jembatan kayu yang telah lapuk sebagai tahap awal pembangunan jembatan baru dengan konstruksi rabat beton. Kehadiran jembatan yang lebih kokoh diharapkan mampu mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

 

Jembatan Kesongo selama ini menjadi akses penting yang menghubungkan permukiman warga dengan masjid, lahan pertanian, serta berbagai fasilitas umum lainnya. Namun, kondisi papan dan rangka kayu yang telah mengalami pelapukan membuat jembatan tidak lagi optimal digunakan. Melalui Program TMMD Ke-129, konstruksi lama akan digantikan dengan jembatan rabat beton yang lebih kuat, aman, dan memiliki usia pakai lebih panjang.

 

Salah satu personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro mengatakan bahwa pembangunan jembatan menjadi bagian dari komitmen TNI dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa. “Jembatan ini memiliki peran penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, kami bersama warga bergotong royong membangun kembali dengan konstruksi yang lebih kokoh agar dapat dimanfaatkan secara aman dan nyaman dalam jangka panjang,” ujarnya.

 

Sementara itu, salah seorang warga Desa Kesongo mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan tersebut. “Kami sangat terbantu dengan adanya pembangunan jembatan ini. Setiap hari kami melewati jalur ini untuk beribadah, ke sawah, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Semoga jembatan baru segera selesai sehingga mobilitas warga menjadi lebih lancar dan aman,” tuturnya.

 

Melalui semangat gotong royong yang terus terjaga, TMMD Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tidak hanya membangun jembatan yang lebih kokoh, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Desa Kesongo. Infrastruktur yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan keselamatan pengguna, memperlancar konektivitas antarkawasan, serta mendukung pertumbuhan sosial dan perekonomian desa secara berkelanjutan.