Banjarnegara – Di usia yang tak lagi muda, Pak Sakum tetap hadir di tengah-tengah warga dan anggota Satgas TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara. Dengan penuh semangat, Ketua RW 09 itu ikut bekerja dalam pengecoran rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kamis (06/08/2026).
Sejak pagi, Pak Sakum sudah berada di lokasi pembangunan. Ia tidak hanya memberikan arahan kepada warga, tetapi juga turun langsung membantu pekerjaan. Kehadirannya menjadi penyemangat bagi masyarakat yang bergotong royong menyelesaikan sasaran fisik TMMD.
Di sela-sela aktivitas pengecoran, Pak Sakum terlihat ikut mengangkat material, membantu mengarahkan pekerjaan, hingga sesekali berbincang dengan anggota Satgas. Baginya, pembangunan jalan ini adalah cita-cita bersama yang harus diwujudkan dengan kerja nyata, bukan sekadar harapan.
“Kalau kami sebagai tokoh masyarakat hanya menyuruh tanpa ikut bekerja, tentu kurang baik. Saya ingin memberi contoh bahwa pembangunan desa adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Pak Sakum.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari warga. Banyak masyarakat yang mengaku semakin termotivasi melihat Ketua RW mereka ikut berkeringat di lapangan. Kehadiran Pak Sakum menjadi bukti bahwa kepemimpinan yang baik lahir dari keteladanan.
Sementara itu, anggota Satgas TMMD terus melanjutkan proses pengecoran rabat beton. Adukan beton diratakan dengan teliti, sementara distribusi material berlangsung tanpa henti. Kolaborasi antara TNI dan masyarakat menjadikan suasana lokasi pembangunan penuh semangat kebersamaan.
Jalan rabat beton yang sedang dibangun ini diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi warga, memperlancar kegiatan pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Gumelem Kulon.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan nilai kepemimpinan dan gotong royong di tengah masyarakat. Sosok Pak Sakum yang turun langsung ke lokasi menjadi teladan bahwa keberhasilan pembangunan desa lahir dari pemimpin yang mau bekerja bersama warganya, bukan hanya memberi arahan dari kejauhan.(Pendimbna).




















