BENGKULU, SENTRALNEWS.COM – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bengkulu. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Bappeda Kota Bengkulu menggelar serangkaian perlombaan dan kegiatan kebersamaan selama tiga hari, 12 hingga 14 Agustus 2026.
Tak sekadar mengejar kemenangan, rangkaian kegiatan yang dikemas meriah tersebut menjadi ruang bagi seluruh pegawai untuk melepas sejenak rutinitas pekerjaan, mempererat silaturahmi, serta membangun kekompakan antarb idang.
Nuansa perjuangan dan kegembiraan khas Agustusan pun begitu terasa. Para pegawai dari berbagai bidang saling memberikan dukungan dan menunjukkan kekompakan dalam setiap perlombaan.
Plt Kepala Bappeda Kota Bengkulu, Yudi H. Putra, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai sarana memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan kembali semangat perjuangan dalam lingkungan kerja.
“Kegiatan ini kita laksanakan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Yang paling penting bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kita membangun kebersamaan, kekompakan dan semangat gotong royong di lingkungan Bappeda,” ujar Yudi.
Menurutnya, semangat kemerdekaan hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial dan perlombaan. Semangat tersebut juga harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bappeda untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas pemerintahan dan mendukung pembangunan Kota Bengkulu.
“Semoga semangat kemerdekaan ini juga semakin mendorong kita untuk bekerja lebih baik dalam memberikan pelayanan dan mendukung pembangunan Kota Bengkulu,” lanjutnya.
Beragam perlombaan khas perayaan kemerdekaan menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan. Mulai dari lomba kelereng dalam sendok hingga memasukkan paku ke dalam botol, seluruh peserta dituntut memiliki konsentrasi, ketangkasan dan keseimbangan.
Suasana semakin meriah ketika masing-masing bidang di lingkungan Bappeda unjuk kreativitas dalam lomba memasak nasi goreng. Tidak hanya soal cita rasa, peserta juga ditantang menampilkan kreativitas penyajian sekaligus membangun kerja sama tim.
Bakat dan keberanian pegawai juga mendapat ruang melalui lomba karaoke solo. Para peserta tampil membawakan lagu-lagu kebangsaan maupun lagu pilihan mereka. Sorak-sorai dan dukungan rekan kerja membuat suasana perlombaan semakin hidup.
Tak kalah seru, lomba sambung lirik lagu antarbidang turut menguji daya ingat dan kekompakan setiap tim. Adu cepat mengingat lirik berpadu dengan gelak tawa para pegawai yang menyaksikan jalannya perlombaan.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung pada Jumat (14/8/2026). Seluruh jajaran Bappeda mengikuti jalan santai dan senam bersama. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pegawai untuk mempererat kebersamaan dalam suasana yang lebih santai dan penuh keakraban.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para pemenang, baik kategori individu maupun kelompok. Namun, di balik hadiah yang diberikan, semangat sportivitas dan kebersamaan menjadi hal yang paling utama.
Bagi Bappeda Kota Bengkulu, perayaan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk meneguhkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kekompakan, gotong royong dan peningkatan kinerja dalam mendukung pembangunan daerah.
Dorong Perlombaan Bernuansa Budaya
Semangat memeriahkan HUT Kemerdekaan juga mendapat perhatian dari Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Ia mengimbau masyarakat agar kegiatan perlombaan Agustusan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi budaya sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
“Kita ajak warga untuk menyelenggarakan kegiatan perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya tradisional di masing-masing wilayah yang sejalan dengan program prioritas pemerintah,” kata Dedy.
Menurutnya, kegiatan yang mengangkat budaya daerah dalam perayaan Agustusan diharapkan mampu membangkitkan kesadaran kolektif terhadap nilai-nilai luhur kebangsaan, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong kontribusi nyata masyarakat bagi kemajuan bangsa.
Perlombaan berbasis budaya daerah, lanjut Dedy, juga dapat menjadi media bagi generasi muda untuk mengenal sekaligus melestarikan tradisi lokal.
Dengan demikian, peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi tontonan dan hiburan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, kebersamaan dan semangat membangun daerah.(ADV)












