Telan Anggaran 3,6 Miliar Pembangunan Stadion Kabupaten Mamasa Di duga Asal – Asalan

Mamasa, Sentralnews.com – Telan anggaran kurang lebih 3,6 Miliar Pembangunan Stadion kabupaten Mamasa di duga kuat di kerja asal-asalan.

Pembangunan Stadion tersebut berada di desa Lambanan, kecamatan Mamasa, provinsi Sulawesi barat (sul -bar).

Pada tahun 2022 pemerintah kabupaten Mamasa melalui dinas pemuda dan olahraga menggelontorkan anggaran pembangunan stadion kabupaten Mamasa yang bersumber dari Dana alokasi umum (DAU) APBD Kabupaten Mamasa sebesar Rp. 3.692.379.000,-

Namun sebagian pihak masyarakat kabupaten Mamasa menyayangkan akan hal itu karna pembangunan stadion tersebut berkesan di bangun asal-asalan.

Sebut saja Demma (Nama Samaran) yang menyayangkan akan pembangunan tersebut yang di duga hanya di bangun asal asalan.

“Saya sayangkan pak coba kita liat kesana bench pemain saja yang berjejer di pinggir lapangan sangat tidak bagus karna ada yang dudukanya di lantai, ada yang hanya di pasang di atas tanah yang tiangnya di kasi campuran semen” kata Demma (nama samaran)

Selain itu sambung Demma (nama samaran) “pinggir lapangan banyak yang retak dan itu baru beberapa bulan selesai di kerja dan belum di pergunakan, saya yakin pekerjaan yang menelan anggaran Miliran itu tidak bertahan lama melihat keadaanya seperti itu,” Sambungnya

Demma (Nama samaran) berharap agar pemerintah atau dinas terkait bertanggung jawab atas pekerjaan yang di kerja asal – asalan tersebut yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

” Pemerintah atau dinas terkait harus bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut yang menelan anggaran miliaran rupiah yang hasilnya seperti itu yang sangat mengecewakan,” Harap Demma (Nama samaran)

Pantauan sentral News.com , Senin 3/4/2023 di lapangan Stadion tersebut, kondisi bench pemain perlu mendapatkan perhatian khusus Terdapat tiga bench yang berjejer di pinggir lapangan.

Bench pemain cuman terbuat dari besi yang dilas agar terlihat seperti tempat duduk dan setiap kaki bench pemain tersebut yang satunya di lantai, dan yang satunya kaki bench hanya di tanam ke tanah dan setiap kaki bench tersebut di tutupi degan campuran semen Sangat tidak nyaman bagi pemain dan ofisial tim tentunya.

Padahal pada umumnya, bench pemain harus nyaman, kokoh, dan tersusun rapi untuk dapat ditempati pemain dan ofisial dari setiap tim yang akan menggunakan lapangan stadion tersebut

Tidak hanya itu pinggir lapangan yang juga sudah banyak yang retak, dan tiang-tiang penyangga jaring untuk penahan bola keliling lapangan juga sebagian menggunakan bambu dan di tanam seadanya.

Ditanya terkait bench pemain, pinggiran lapangan yang retak dan tiang- tiang peyangga jaring penahan bola yang di pasang keliling lapangan yang di pasang seadanya

Kepala bidang peningkatan prestasi Olahraga kabupaten Mamasa Welly Abriant baru mengetahui adanya kerusakan pada pembangunan lapangan stadion tersebut saat kami konfirmasi pada tanggal 22/3/2023.

Menurut Welly baru mengetahui hal itu jika ada yang sudah rusak setelah di Provisional Hand Over atau PHO dari pihak pelaksana.

“Kami baru mengetahui hal itu jika ada kerusakan lapangan stadion tersebut, dan kami akan kroscek langsung karna pekerjaan tersebut masih status pemeliharaan oleh pelaksana,” ujar Welly

Welly pun berjanji akan memanggil semua pihak – pihak yang terlibat dalam pekerjaan tersebut untuk menindak lanjuti adanya kerusakan pada pembangunan yang menelan anggaran miliaran rupiah itu.

“Kami akan panggil semua pihak – pihak terkait untuk membicarakan adanya kerusakan tersebut dan selanjutnya kami akan memberitahukan selanjutnya setelah ada pertemuan,” beber Welly.

Namun setelah kami menunggu informasi dari Kabid peningkatan prestasi olahraga tersebut sudah seperti apa kelanjutannya namun tidak ada respon.

Kami mencoba menghubungi kabit tersebut melalui pia telpon dan via whatsApp namun kabit Welly Abriant tidak merespon bahkan chat tidak di balas.

Hari Senin tanggal 3/4/2023 kami kembali kroscek lapangan tersebut namun tidak ada perbaikan dari pihak terkait bahkan kerusakan pada lapangan tersebut makin parah.

Kami kembali mencoba menghubungi Kabid peningkatan prestasi olahraga Welly Abriant namun tidak ada respon sama sekali.(skr)