Mukomuko, Sentralnews.com – Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Andy Suhari, melaksanakan kegiatan reses di Pasar Sebelah, Kabupaten Mukomuko, guna menyerap aspirasi masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial, terutama terkait kondisi jalan nasional yang dinilai sudah sering dilakukan tambal sulam namun tidak bertahan lama. Masyarakat berharap adanya perbaikan menyeluruh agar jalan tersebut lebih kuat dan aman bagi pengguna.
Selain itu, warga juga mengusulkan pembangunan jembatan permanen, mengingat jembatan yang ada saat ini masih berupa jembatan kayu dan dinilai rawan serta tidak layak untuk menunjang aktivitas masyarakat.
Menanggapi usulan tersebut, Andy Suhari menjelaskan bahwa kewenangan pembangunan jembatan pada dasarnya berada di pemerintah kabupaten. Namun demikian, ia menegaskan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat provinsi.
“Untuk pembangunan jembatan ini sebenarnya merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Mukomuko. Namun aspirasi masyarakat ini akan tetap kami tampung dan siap kita perjuangkan ke tingkat provinsi agar mendapat perhatian,” ujar Andy Suhari.
Selain persoalan infrastruktur, warga juga mengeluhkan ancaman binatang buas, khususnya buaya, yang kerap muncul di sekitar permukiman. Bahkan, warga menyampaikan adanya kejadian seorang warga lokal yang tergigit buaya, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Warga berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dapat segera melakukan langkah penanganan, mengingat populasi buaya di wilayah tersebut dinilai semakin berkembang dan membahayakan keselamatan warga.
“Kami berharap ada pembenahan dan penanganan serius dari pihak terkait, karena buaya sudah banyak berkembang dan sangat membahayakan masyarakat,” ungkap salah seorang warga dalam dialog reses.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan bantuan bibit sapi sebagai upaya mendukung peningkatan ekonomi warga, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor peternakan.
Andy Suhari menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat dan menjadi bahan pembahasan serta koordinasi dengan pihak terkait.
“Reses ini menjadi wadah penting untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Semua aspirasi akan kami tindak lanjuti sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada,” pungkasnya.
Kegiatan reses berlangsung dengan suasana dialog yang terbuka dan penuh partisipasi, mencerminkan komitmen wakil rakyat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya.




















