RSUD Lebong Siapkan Aplikasi Sidale’ak, Warga Bisa Cek Stok Darah Lewat Ponsel

Direktur RSUD Lebong, dr Menoffliandi Leswin

Lebong, Sentralnews.com – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Lebong yang kerap kesulitan mencari kebutuhan darah saat kondisi darurat. Manajemen RSUD Lebong dalam waktu dekat akan meluncurkan aplikasi digital bernama Sidale’ak (Sidarah) yang dirancang untuk memudahkan warga mengecek ketersediaan stok darah kapan saja dan dari mana saja.

Direktur RSUD Lebong, dr Menoffliandi Leswin, mengatakan kebutuhan darah di daerah tersebut hampir setiap hari selalu ada. Darah biasanya dibutuhkan pasien yang akan menjalani operasi maupun mereka yang rutin melakukan cuci darah.

“Setiap hari selalu ada darah yang diminta masyarakat,” sampainya.

Selama ini, lanjutnya, keluarga pasien atau masyarakat yang membutuhkan darah harus datang langsung ke RSUD Lebong, khususnya ke UPTD Transfusi Darah, hanya untuk memastikan apakah stok darah tersedia atau tidak.

Tak jarang, saat tiba di lokasi, stok darah yang dicari justru habis sehingga keluarga pasien masih harus mencari pendonor terlebih dahulu.

“Hal tersebut memakan waktu masyarakat,” jelasnya.

Melihat kondisi itu, pihak RSUD Lebong kemudian mengembangkan aplikasi Sidale’ak sebagai solusi cepat dan praktis. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat nantinya cukup membuka ponsel untuk mengetahui stok darah yang tersedia di bank darah RSUD Lebong.

“Jika tidak ada halangan, aplikasi secara resmi akan kita launching pada bulan Mei mendatang,” ucapnya.

Tak hanya menampilkan informasi stok darah, aplikasi Sidale’ak juga akan memuat jadwal serta lokasi kegiatan donor darah yang dilaksanakan di lapangan. Dengan begitu, masyarakat yang ingin mendonor dapat mengetahui lokasi kegiatan dan datang langsung ke tempat pelaksanaan.

“Masyarakat akan bisa mengetahui dimana kegiatan donor darah dan bisa datang untuk mendonor,” tuturnya.

Fitur lain yang disiapkan dalam aplikasi ini yakni pengingat otomatis bagi para pendonor. Setelah tiga bulan sejak donor terakhir, pengguna akan menerima notifikasi melalui pesan WhatsApp bahwa mereka sudah bisa kembali mendonorkan darah.

“Jadi pendonor bisa mengetahui bahwa dirinya sudah bisa kembali mendonorkan darahnya,” ujarnya.

Menariknya lagi, apabila stok darah yang dibutuhkan sedang kosong, aplikasi tersebut juga akan menyediakan ruang tanya jawab bagi masyarakat. Nantinya petugas akan memberikan informasi terkait kemungkinan pendonor yang bisa membantu.

“Itu jika pihak keluarga tidak ada yang bisa mendonor, namun lebih baik untuk donor darah dari keluarga pasien,” tutupnya. (FR)