Mukomuko, Sentralnews.com – Pemerintah Desa Lubuk Sanai III , Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga penerima manfaat pada Rabu (4/6/26). Penyaluran yang berlangsung di kantor desa ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat pemulihan ekonomi di tingkat desa.
Sebanyak 8 warga tercatat sebagai penerima manfaat dalam program tersebut. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 300.000 per bulan yang dibayarkan sekaligus untuk tiga bulan, yakni April, Mei dan Juni 2026. Dengan demikian, setiap penerima memperoleh total bantuan sebesar Rp900.000 ribu rupiah.
Kegiatan penyaluran berlangsung tertib dan sederhana, namun sarat makna. Acara dibuka langsung oleh Kepala Desa Lubuk Sanai III, Kurniadi, dan dihadiri oleh Camat XIV Koto,Pendamping desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa,perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kepala Desa Lubuk Sanai III, Kurniadi menegaskan bahwa penyaluran BLT difokuskan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah desa melakukan pendataan secara selektif agar bantuan tidak salah sasaran.
“Program BLT ini kami salurkan kepada warga yang masuk kategori rentan dan membutuhkan dukungan ekonomi. Kami pastikan proses pendataan dilakukan secara terbuka dan melibatkan berbagai pihak, sehingga bantuan tepat sasaran,” ujar Kurniadi.
Ia menjelaskan, penerima manfaat diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang terdampak kondisi ekonomi, baik akibat kenaikan harga kebutuhan pokok maupun keterbatasan akses pekerjaan.
Menurutnya, bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama untuk kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan.
Penyaluran BLT kali ini mencakup tiga bulan sekaligus, yakni hingga April Mei dan Juni Maret 2026. Skema tersebut dilakukan untuk memudahkan distribusi sekaligus memberikan manfaat yang lebih terasa bagi masyarakat.
Dengan menerima bantuan secara akumulatif, warga diharapkan dapat mengatur penggunaan dana secara lebih fleksibel, termasuk untuk kebutuhan mendesak maupun pengeluaran rutin.
“Penyaluran tiga bulan sekaligus ini kami lakukan agar lebih efisien dan memudahkan masyarakat. Harapannya, dana tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan prioritas,” kata Kurniadi.
Ia juga mengingatkan agar bantuan yang diterima tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif, melainkan difokuskan pada kebutuhan utama keluarga.
Dalam pelaksanaan program BLT, Pemerintah Desa Lubuk Sanai III menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas. Seluruh proses, mulai dari pendataan hingga penyaluran, dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau oleh masyarakat.
Pendamping desa dan BPD turut berperan dalam mengawasi jalannya program agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, aparat keamanan seperti Bhabinkamtibmas juga hadir untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa, khususnya dalam program bantuan sosial.
“Transparansi adalah kunci. Kami ingin masyarakat tahu bahwa bantuan ini disalurkan dengan jujur dan adil,” ujar Kurniadi.
Program BLT tidak hanya berdampak langsung pada penerima manfaat, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian desa. Uang yang beredar di masyarakat berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi lokal, terutama di sektor perdagangan kecil.
Warga penerima bantuan umumnya membelanjakan dana tersebut di warung atau usaha kecil di sekitar desa. Hal ini secara tidak langsung membantu pelaku usaha mikro untuk tetap bertahan dan berkembang.
“Dalam kesempatan ini salah satu penerima manfaat mengucapkan, Terimakasih kepada pemerintah Desa Lubuk Sanai III bersama perangkat Desa dan Alhamdulillah, bantuan ini sanggat membantu kami.
Camat XIV koto Andriyanto,S.A.P yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai bahwa BLT menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat desa.
“Ketika daya beli masyarakat terjaga, maka perputaran ekonomi di desa juga ikut bergerak. Ini penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi lokal,” Pungkas Camat. (**)

















