BOJONEGORO – Kolaborasi antara Satgas, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan Program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Kedungadem. Salah satu kegiatan dilaksanakan di kediaman Ibu Wagini, Dusun Krisik, RT 10 RW 04, Desa Kesongo, dengan tahap awal persiapan pembangunan yang dimulai pada Selasa (21/7/2026). Material utama berupa koral cor dan besi telah tersedia untuk mendukung proses pembangunan rumah agar menjadi hunian yang lebih layak.
Program RTLH tersebut mendapat dukungan penuh dari warga setempat. Semangat kebersamaan terlihat melalui partisipasi masyarakat yang ikut membantu persiapan pembangunan di lokasi. Warga menilai program ini bukan hanya memberikan bantuan fisik berupa perbaikan rumah, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga penerima manfaat. “Kami merasa ikut memiliki dan siap membantu semampunya. Semoga pembangunan rumah Ibu Wagini berjalan lancar dan nantinya dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga,” ujar salah seorang warga.
Perwakilan Satgas RTLH menyampaikan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan pembangunan. “Melalui kolaborasi dan gotong royong, setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan lebih baik. Kami berharap rumah ini segera selesai dan dapat digunakan sebagai tempat tinggal yang aman serta nyaman bagi penerima bantuan,” jelas anggota Satgas.
Pelaksanaan Program RTLH di Desa Kesongo menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, pembangunan rumah Ibu Wagini diharapkan berjalan lancar hingga selesai dan mampu memberikan manfaat jangka panjang. Semangat gotong royong yang terbangun menjadi bukti bahwa kebersamaan masyarakat memiliki peran besar dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.


















