BOJONEGORO – Komitmen terhadap keterbukaan informasi terus ditunjukkan dalam pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro. Pada Kamis (23/7/2026), Satgas TMMD memasang papan nama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Bapak Ladi di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem. Pemasangan papan nama tersebut menjadi bagian dari transparansi pelaksanaan program sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai sasaran pembangunan yang sedang berlangsung.
Selain memasang papan nama, Satgas TMMD juga melanjutkan pekerjaan fisik rumah yang telah menunjukkan perkembangan signifikan. Dinding hebel bagian depan telah selesai dirapikan, sementara bagian dalam rumah terus disempurnakan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai standar kualitas yang telah ditetapkan. Kehadiran papan nama semakin memperjelas identitas proyek sekaligus menjadi simbol akuntabilitas dalam setiap kegiatan TMMD.
Salah seorang anggota Satgas TMMD menjelaskan bahwa pemasangan papan nama bukan sekadar pelengkap administrasi, melainkan bentuk keterbukaan kepada masyarakat. “Kami ingin setiap kegiatan pembangunan dapat diketahui masyarakat secara jelas, mulai dari sasaran, tujuan, hingga progres pelaksanaannya. Transparansi seperti ini menjadi bagian dari komitmen TMMD dalam membangun kepercayaan sekaligus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana,” ujarnya. Bapak Ladi mengaku bersyukur melihat pembangunan rumahnya terus mengalami kemajuan. “Rumah saya sekarang semakin rapi dan papan nama yang dipasang membuat masyarakat mengetahui bahwa rumah ini sedang dibangun melalui program TMMD. Saya berterima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu keluarga kami,” tuturnya.
Pemasangan papan nama menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pelaksanaan TMMD Ke-129 mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pembangunan. Dengan dukungan penuh dari masyarakat, pembangunan RTLH Bapak Ladi diharapkan segera rampung sehingga dapat memberikan kenyamanan dan kehidupan yang lebih layak bagi keluarga penerima manfaat. Semangat kebersamaan antara TNI dan warga terus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan desa yang bermanfaat dan berkelanjutan.



















