Bengkulu, Sentralnews.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi NasDem, Hj. Evi Asnawi, menyoroti kondisi SD Negeri 77 Kampung Melayu yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Hal tersebut disampaikannya usai menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 di daerah pemilihan Kecamatan Kampung Melayu dan Kecamatan Selebar.
Menurut Hj. Evi Asna kegiatan reses menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya para pemuda dan warga Kelurahan Padang Serai, untuk menyampaikan berbagai aspirasi, masukan, gagasan, maupun permasalahan yang mereka hadapi.
“Dari berbagai aspirasi yang kami dengarkan, ada satu persoalan yang sangat memprihatinkan, yaitu kondisi SD Negeri 77 Kampung Melayu yang menghadapi persoalan sarana dan prasarana pendidikan yang sudah sangat tidak memadai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kelurahan Padang Serai merupakan kawasan yang terus berkembang dengan pertumbuhan jumlah penduduk yang cukup pesat. Namun, ketersediaan sekolah belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat. Akibatnya, selama lima hingga enam tahun terakhir sekolah tersebut kesulitan menampung seluruh peserta didik baru.
Lebih lanjut, Hj. Evi mengungkapkan bahwa kapasitas sekolah telah melampaui ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan. Dari batas maksimal 28 rombongan belajar (rombel) per sekolah, SD Negeri 77 Kampung Melayu saat ini telah memiliki 36 rombel atau enam rombel pada setiap tingkat.
“Kondisi ini tentu berdampak pada kualitas pembelajaran. Setiap hari para siswa kehilangan sekitar satu jam pelajaran karena keterbatasan ruang dan pengaturan jadwal belajar. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan sangat merugikan peserta didik,” katanya.
Hj. Evi berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat, khususnya para orang tua dan wali murid di Kelurahan Padang Serai, dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Karena itu, pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk menambah kapasitas sekolah maupun meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan agar seluruh anak mendapatkan layanan pendidikan yang layak, aman, dan berkualitas.
“Kami akan memperjuangkan aspirasi ini agar dapat ditindaklanjuti melalui program dan kebijakan pemerintah. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban akibat keterbatasan fasilitas pendidikan,” tegas Hj. Evi Asna.(AR)



















