DAERAHLEBONGNEWS

Nama Wince Terseret Isu Jual Beli Jabatan Kepsek

×

Nama Wince Terseret Isu Jual Beli Jabatan Kepsek

Share this article
Ilustrasi

SENTRALNEWS.COM, LEBONG – Isu dugaan jual beli jabatan kepala sekolah di Kabupaten Lebong kembali mencuat dan semakin melebar. Sejumlah nama disebut-sebut memiliki peran dalam proses pengondisian calon kepala sekolah, termasuk Kepala SD Negeri 29 Kabupaten Lebong, Wince April Yanti.

Namun, Wince secara tegas membantah tudingan yang mengaitkan dirinya sebagai “eksekutor” dalam dugaan pengumpulan sejumlah uang dari calon kepala sekolah, khususnya di wilayah Kecamatan Lebong Tengah.

“Kalau dikaitkan sebagai eksekutor di wilayah Lebong Tengah ini, saya tegaskan isu tersebut tidak benar,” ujar Wince April Yanti, Selasa (11/8/2026).

Meski membantah tudingan tersebut, Wince mengakui pernah diminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Lebong untuk melakukan pendataan nama-nama kepala sekolah yang berada di Kecamatan Lebong Tengah.

“Memang saya pernah dipanggil oleh Pak Kadis untuk mendata nama-nama kepala sekolah di Lebong Tengah. Setelah didata, laporan itu saya serahkan dengan Pak Kadis dan pak Sirmanto,” kata Wince.

Wince menjelaskan, permintaan tersebut dilakukan ketika Kepala Dinas Dikbud masih tergolong baru menjabat sebagai pimpinan di lingkungan dinas.

Ia juga menyebut dirinya dan Kepala Dinas Dikbud sama-sama merupakan pendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2.

“Sebenarnya Pak Kadis awalnya menghubungi suami saya. Dia minta data-data kepala sekolah yang ada di Kecamatan Lebong Tengah,” jelasnya.

Menurut Wince, pendataan tersebut sebatas permintaan administratif dan tidak berkaitan dengan dugaan pengumpulan uang ataupun upaya mengondisikan calon kepala sekolah.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya justru termasuk kepala sekolah yang tidak masuk dalam daftar mutasi terhadap sekitar 80 kepala sekolah SD dan SMP serta tiga koordinator wilayah (Korwil).

“Saya sudah menjadi kepala sekolah dari zaman Pak Kopli,” pungkas Wince.

Sementara itu, isu dugaan jual beli jabatan kepala sekolah sebelumnya mencuat setelah sejumlah nama ikut terseret dan disebut diduga terlibat dalam pengondisian pengumpulan uang dari calon kepala sekolah yang kemudian dilantik.

Selain inisial SI, nama M dan C juga turut disebut dalam isu tersebut. Namun, tudingan tersebut masih sebatas isu dan membutuhkan pembuktian serta klarifikasi dari pihak-pihak terkait. (FR)