DAERAHLEBONGNEWS

78 Desa Masuk Tahapan Pilkades, Pendaftaran Dibuka 21 September

×

78 Desa Masuk Tahapan Pilkades, Pendaftaran Dibuka 21 September

Share this article
Bupati bersama Plt kadis PMD

SENTRALNEWS.COM, LEBONG – Sebanyak 78 desa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, dipastikan ambil bagian dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2026. Setelah hampir empat tahun tertunda, tahapan pemilihan kini mulai dijalankan oleh pemerintah daerah.

Bagi masyarakat yang berminat mencalonkan diri sebagai kepala desa, proses pendaftaran nantinya dilakukan melalui panitia Pilkades yang dibentuk di masing-masing desa.

Panitia tingkat desa tersebut dijadwalkan mulai dibentuk pada 10 September 2026. Selanjutnya, proses pendaftaran bakal calon kepala desa direncanakan berlangsung pada 21-24 September 2026.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lebong, Heru Dana Putra, mengatakan masyarakat yang ingin mengikuti kontestasi Pilkades dapat langsung berkoordinasi dengan panitia di desa masing-masing.

“Bagi yang berminat, bisa menanyakan langsung dan mendaftar ke panitia di tingkat desa masing-masing,” kata Heru.

Ia menjelaskan, setiap berkas bakal calon yang masuk nantinya akan melalui tahapan pemeriksaan dan verifikasi. Calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan akan ditetapkan sebagai peserta Pilkades.

Jumlah calon dalam satu desa juga dibatasi maksimal lima orang.

Jika dalam masa pendaftaran hanya terdapat satu bakal calon, panitia akan memberikan tambahan waktu pendaftaran selama 15 hari. Apabila setelah perpanjangan tersebut masih belum ada calon lain, proses pendaftaran kembali diperpanjang selama 10 hari.

Jika hingga batas waktu tersebut hanya terdapat satu pelamar, panitia bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan melakukan musyawarah untuk menentukan langkah selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, tahapan Pilkades serentak tersebut secara resmi telah diluncurkan Bupati Lebong Azhari, SH., MH., di Pendopo Rumah Dinas Bupati Lebong, Selasa (8/9/2026) pagi.

Peluncuran ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian Pilkades yang telah lama dinantikan masyarakat setelah pelaksanaannya tertunda hampir empat tahun.

Heru menyebut, launching tersebut menjadi penanda bahwa pemerintah daerah telah memastikan Pilkades serentak tetap dilaksanakan pada tahun 2026.

“Masyarakat tidak perlu bertanya-tanya lagi. Dengan digelarnya launching ini, merupakan simbol atau seremonial bahwa Pilkades serentak di Kabupaten Lebong telah dimulai,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal sementara, masa kampanye dijadwalkan berlangsung pada 8-10 November 2026. Selanjutnya, pemungutan suara akan dilaksanakan pada 16 November 2026, disusul penetapan kepala desa terpilih pada 16-17 November 2026.

Selain jadwal dan mekanisme pendaftaran, Pilkades 2026 juga menghadirkan penerapan metode baru. Sebanyak 10 desa akan menggunakan metode Coblos Elektronik (COLEK) dalam proses pemungutan suara.

“Ya, ada 10 desa yang ikut coblos elektronik,” singkat Heru.

Penerapan COLEK di 10 desa tersebut menjadi salah satu inovasi dalam pelaksanaan Pilkades serentak tahun ini. Pemerintah daerah menjadikan pelaksanaan tersebut sebagai bagian dari evaluasi untuk melihat peluang penggunaan teknologi dalam pemilihan kepala desa pada masa mendatang.

Di sisi lain, Bupati Azhari meminta seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades menjaga proses pemilihan agar berlangsung tertib, aman dan netral.

Menurutnya, Pilkades tidak hanya berkaitan dengan memilih seorang kepala desa, tetapi juga menentukan sosok yang nantinya memimpin pemerintahan serta pembangunan di tingkat desa.

“Kepala desa bukan hanya sekadar pamong administratif, tetapi nakhoda utama pembangunan di tingkat desa,” kata Azhari.

Ia juga meminta panitia Pilkades tidak memberikan perlakuan khusus kepada calon tertentu. Seluruh peserta harus memperoleh kesempatan dan perlakuan yang sama sesuai aturan.

“Tidak ada yang diperlakukan istimewa. Semua harus diperlakukan sama sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jaga netralitas agar setiap tahapan berjalan lancar, aman, tertib dan demokratis,” tegasnya. (FR)