Setelah 20 Tahun di Trotoar, PKL KZ Abidin I Sepakat Relokasi Mandiri ke PTM

Bengkulu, Sentralnews.com Para Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan KZ Abidin I akhirnya sepakat melakukan relokasi mandiri ke Pasar Tradisional Modern (PTM), Jumat (30/1/2026). Keputusan ini diambil setelah para pedagang berjualan di atas trotoar selama kurang lebih 20 tahun.

Relokasi tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu dalam menata kawasan pusat kota agar lebih rapi, tertib, dan nyaman, sekaligus memberikan tempat berdagang yang lebih layak bagi para pedagang.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyampaikan apresiasi kepada para pedagang yang bersedia pindah secara sukarela setelah melalui proses komunikasi dan pendekatan yang cukup panjang.

Menurut Dedy, pemerintah tidak hanya menata kota, tetapi juga memastikan para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik di lokasi baru.

“Sebagai bentuk dukungan, kami memberikan kebijakan gratis uang sewa selama tiga bulan bagi pedagang yang baru pindah. Ini bentuk kepedulian pemerintah agar mereka bisa beradaptasi di tempat baru tanpa terbebani biaya,” ujar Dedy Wahyudi di sela kegiatan relokasi.

Selain pembebasan sewa, Pemerintah Kota Bengkulu juga menyiapkan sejumlah program pendukung untuk meningkatkan pendapatan pedagang.

Salah satunya dengan menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bengkulu agar berbelanja di dalam pasar sehingga dapat membantu meningkatkan omzet pedagang.

Tidak hanya itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kota Bengkulu juga diminta memprioritaskan pedagang pasar untuk mendapatkan akses bantuan permodalan, termasuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Proses relokasi berlangsung secara humanis. Walikota Bengkulu bersama Wakil Walikota Ronny PL Tobing dan jajaran pemerintah kota bahkan turut membantu memindahkan barang dagangan para pedagang ke dalam pasar.

Melalui penataan ini, Pemerintah Kota Bengkulu berharap kawasan pusat kota menjadi lebih tertib dan nyaman, sekaligus tetap menjaga roda perekonomian masyarakat.

Langkah tersebut juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Bengkulu sebagai kota yang bahagia, religius, serta tertata rapi tanpa mengesampingkan ekonomi kerakyatan.