Lonjakan Digital Bengkulu: Pengguna QRIS Tembus 267 Ribu, Transaksi Capai 54 Juta

Bengkulu. Sentralnews.com – Transformasi digital di Provinsi Bengkulu sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Gaya hidup masyarakat kini semakin condong ke transaksi non-tunai, ditandai dengan melonjaknya pengguna dan volume transaksi QRIS, mencatat jumlah pengguna QRIS di Bengkulu telah mencapai 267.952 orang hingga November 2025. Angka ini mencerminkan percepatan adopsi sistem pembayaran digital di tengah masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, , mengatakan bahwa tren ini menunjukkan kesiapan masyarakat dalam beralih ke ekosistem transaksi yang lebih modern.

“Ekosistem digital di Bengkulu terus berkembang pesat. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kemudahan, keamanan, dan kepraktisan transaksi digital, serta inovasi fitur QRIS yang semakin lengkap,” ujarnya dalam Sarasehan Perekonomian Bengkulu di Hotel Santika, Kamis (9/4/2026).

Volume Transaksi Melonjak
Tak hanya dari sisi pengguna, pertumbuhan juga terlihat dari jumlah merchant. Hingga akhir 2025, sebanyak 229.532 merchant di Bengkulu telah menggunakan QRIS, meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan ini berdampak langsung pada intensitas transaksi. Volume transaksi QRIS di Bumi Rafflesia tercatat mencapai 54.468.023 transaksi hingga November 2025—angka yang menunjukkan akselerasi luar biasa dalam penggunaan pembayaran digital.

Target Ambisius 2026
Memasuki 2026, Bank Indonesia menyiapkan strategi agresif untuk memperluas digitalisasi hingga ke seluruh wilayah Bengkulu.

Tiga fokus utama yang menjadi prioritas antara lain:

  • Ekspansi pengguna dengan target penambahan 271.189 pengguna baru
  • Pertumbuhan merchant hingga mencapai 251.971 pelaku usaha terintegrasi
  • Optimalisasi volume transaksi dengan target awal 42,7 juta transaksi di periode awal tahun

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis digital.Dengan tren yang terus meningkat, Bengkulu dinilai berada di jalur yang tepat menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Tantangan ke depan adalah memastikan pemerataan akses hingga ke pelosok agar transformasi digital dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.