Bengkulu, Sentralnews.com – Dua puluh tahun Tiga lalu, seorang lulusan SMA dari Kota Bengkulu memulai langkah kecilnya sebagai ASN di Kabupaten pemekaran yakni Kaur. Tidak banyak yang menyangka, langkah sederhana itu kelak membawa dirinya menjadi salah satu motor penggerak inovasi di pemerintahan daerah.
Dialah Dr. Nurlia Dewi. SH,MH. Berangkat dari formasi CPNS lulusan SMA tahun 2003, ia tidak memilih jalan instan. Sambil bekerja abdi negara (ASN) ia terus belajar. Dari Bangku kuliah hingga meraih gelar doktor, semua dilalui dengan konsistensi dan ketekunan.
Sosok Nurlia Dewi, alumni SMA Negeri 3 kota Bengkulu tahun 2003, salah satu figur perempuan inspiratif di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu. Bahkan dapat prestasi sebagai pejabat Pemerintah esselon II termuda di kota Bengkulu. Hingga saat ini berhasil menapaki karier panjang hingga menduduki berbagai jabatan strategis, sekaligus melahirkan sejumlah inovasi penting bagi daerah.
Kariernya pun tumbuh seiring waktu. 2003 Pengakatn sebgai ASN di Kabupaten Kaur, berselang waktu dua tahun tepatnya tahun 2005 ai Pindah Kepagawaian ke Pemerintah Provinsi Bengkulu sembari melanjutkan pendidikan Strata satu (S1) Studi Hukum di Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH (Unihaz). kemudian meraih gelar Magister (S2) Studi Hukum dengan konsentrasi Otonomi Daerah di Universitas Bengkulu (UNIB) pada 2008.
Setelah Mendapat Akademik Gelar Magister(S2) juga mengubah status pangkat jabatan dalam karier kepegawaian (ASN) ia kembali lagi ke Pemerintah kabupaten Kaur pada 2011.
Di tahun yang sama, Nurlia dipercaya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Keuangaan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kaur. Kariernya terus menanjak, hingga pada 2014, ia menduduki posisi Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Sosial Budaya di Bappeda Kabupaten Kaur.
Enam tahun Berkarier sebagai ASN di kabupaten kaur, pada tahun 2017 Nurlia Dewi pindah ke Pemerintah Kota Bengkulu dengan pangkat Eslon III ai menjabat sebagai Kabid Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.
Kemampuan dan integritasnya semakin diakui saat ia dipercaya menjadi Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkot Bengkulu pada 2019. Di posisi ini, Nurlia dikenal memiliki analisis hukum yang kuat serta berperan penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.
Pada tahun yang sama ia juga sempat fokus menyelesaikan Gelar Doktor (S3) Ilmu Manajemen di universitas Bengkulu pada yakni tahun 2019.
Terobosan Besar mulai terlihat saat ia menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu pada 2021. Nurlia menjadi pelopor masuknya produk UMKM lokal ke ruang tunggu bandara fatmawatiSeokarno putri, sekaligus menggagas kegiatan festival dan bazar UMKM rutin setiap pekan. Langkah ini dinilai mampu mendorong promosi dan peningkatan daya saing produk lokal Bengkulu.
Inovasi kembali ia hadirkan ketika dipercaya memimpin Badan pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bengkulu pada 2024. Di bawah kepemimpinannya, lahir Aplikasi PADEK (Pajak Daerah Elektronik) adalah aplikasi resmi dari Bapenda Kota Bengkulu untuk memudahkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta pajak daerah lainnya secara online
Aplikasi Padek sebuah sistem digital yang memudahkan pembayaran non-tunai dan pelaporan pajak secara terintegrasi. Inovasi ini menjadi langkah maju dalam meningkatkan transparansi serta efisiensi pengelolaan pendapatan daerah.
Memasuki tahun 2026, Nurlia Dewi kembali mendapat kepercayaan sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Bengkulu, ia membawa mimpi yang lebih besar menjadikan kota ini sebagai Smart City yang modern, terbuka, dan berbasis teknologi.
Di balik semua pencapaian itu, ada satu benang merah yang konsisten: kerja keras, integritas, dan keberanian untuk berubah




















