Minim Inovasi, Mayoritas OPD Mukomuko Belum Laporkan Gagasan Baru

Mukomuko, Sentralnews.com – Partisipasi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyampaikan inovasi ke Pemerintah Kabupaten Mukomuko masih rendah. Dari total 44 OPD yang ada, baru sekitar 16 OPD yang telah melaporkan inovasi melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Mukomuko.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sebagian besar OPD belum aktif mendorong lahirnya gagasan baru yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik maupun efektivitas kerja pemerintahan.

Kepala Bapperinda Mukomuko, Singgih Pramono, S.Sos, MH, menegaskan bahwa inovasi daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab OPD semata, tetapi juga terbuka bagi seluruh elemen. Mulai dari pemerintah desa, kelurahan, hingga pihak swasta dan masyarakat umum.

Menurutnya, ruang untuk menyampaikan inovasi telah disiapkan pemerintah daerah. Namun, tingkat partisipasi yang masih minim menjadi catatan serius yang perlu segera dibenahi.

“Inovasi tidak harus besar atau rumit. Hal sederhana yang berdampak langsung bagi masyarakat juga sangat dibutuhkan. Yang terpenting adalah ada upaya perbaikan dan terobosan,” ujarnya.

Ia menekankan, inovasi memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan daerah, terutama dalam menghadapi keterbatasan anggaran dan tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi. Tanpa inovasi, kinerja pemerintahan akan berjalan stagnan dan sulit berkembang.

Bapperinda juga mendorong agar OPD yang belum menyampaikan inovasi segera mengambil langkah konkret. Setiap instansi diminta tidak hanya menjalankan program rutin, tetapi juga mampu menciptakan pendekatan baru yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu, desa dan kelurahan dinilai memiliki potensi besar dalam melahirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat. Hal yang sama juga berlaku bagi perusahaan dan masyarakat yang selama ini bersentuhan langsung dengan berbagai persoalan di lapangan.

“Semua pihak punya peluang yang sama untuk berkontribusi. Jangan menunggu, segera sampaikan inovasi yang dimiliki,” pungkasnya.