Bulir Padi dari Mukomuko untuk Ketahanan Pangan Indonesia

Mukomuko, Sentralnews.com – Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan ancaman krisis pangan global, Kabupaten Mukomuko menunjukkan perannya sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional. Hamparan sawah yang menguning di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Lubuk Pinang, Senin (11/5/2026), menjadi bukti bahwa dari daerah di pesisir barat Bengkulu itu, pangan untuk Indonesia terus diproduksi.

Panen raya yang digelar di Desa Sumber Makmur bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum itu menjadi simbol kuat bahwa Mukomuko masih berdiri sebagai daerah agraris yang produktif dan ikut menyumbang bagi ketahanan pangan NKRI.

Ratusan hektar sawah di wilayah tersebut tetap mampu berproduksi di tengah tantangan perubahan cuaca, ancaman hama, hingga fluktuasi ekonomi yang dirasakan petani dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran pemerintah daerah bersama petani di tengah sawah menjadi penegasan bahwa sektor pertanian masih menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Mukomuko.

Kegiatan panen raya dihadiri langsung Bupati Mukomuko Choirul Huda, unsur Forkopimda, Ketua DPRD, Kapolres, Kasdim Kodim, Wakapolres, organisasi vertikal, OPD, kelompok tani, hingga masyarakat setempat.

Kepala Desa Sumber Makmur Hadi Sulistyo menyampaikan, Kabupaten Mukomuko memiliki luas lahan persawahan sekitar 3.400 hektar dan sekitar 600 hektar berada di Desa Sumber Makmur. Angka itu menjadikan desa tersebut sebagai salah satu sentra produksi pangan penting di Kabupaten Mukomuko.

“Desa juga memiliki lahan sawah kas desa seluas 18 hektar dan saat ini sudah dikelola sekitar 6 hektar,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan sawah kas desa tidak hanya menjadi sumber pendapatan desa, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan masyarakat. Pemerintah desa terus mendorong optimalisasi lahan agar produktivitas pertanian terus meningkat.

Bupati Mukomuko Choirul Huda dalam kesempatan itu menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak bisa dibangun sendiri oleh pemerintah. Menurut dia, keberhasilan menjaga produksi pangan daerah lahir dari kekuatan kolaborasi antara petani, pemerintah, aparat, kelompok tani, hingga masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Mukomuko harus terus menjadi daerah yang mampu menjaga produksi pangan untuk masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai dari pembukaan, pembacaan doa, dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sumber Makmur Kecamatan Lubuk Pinang, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Kepala BRMP Provinsi Bengkulu, hingga Bupati Mukomuko.

Pemerintah juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis untuk mendukung produktivitas petani. Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua bagi kelompok tani di Desa Arah Tiga dan Desa Sumber Makmur, bantuan pestisida pengendalian organisme pengganggu tanaman (POPT), hingga bantuan ternak kambing untuk kelompok tani di Desa Sumber Makmur.

Usai penyerahan bantuan, Bupati bersama Forkopimda dan jajaran OPD turun langsung ke sawah melakukan panen raya simbolis. Kegiatan dilanjutkan dengan gerakan keroyok hama tikus dan peninjauan pengolahan lahan untuk percepatan tanam.

Suasana paling hangat terlihat ketika petani diberi ruang berdialog langsung dengan Bupati dan OPD terkait. Sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kebutuhan alat pertanian, irigasi, hingga pengendalian hama yang masih menjadi tantangan saat musim tanam.

Di balik bulir padi yang dipanen hari itu, tersimpan pesan besar bahwa daerah seperti Mukomuko memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Dari sawah-sawah di Desa Sumber Makmur, semangat menjaga ketahanan pangan Indonesia terus tumbuh.