Pelajar 17 Tahun Tewas Ditikam di Bengkulu Selatan

Saat korban dilarikan ke RSUD Hassanudin Damrah Manna Bengkulu Selatan/ist

Bengkulu Selatan,Sentralnews.com – Seorang pelajar berusia 17 tahun, Reyfando Arifqi, warga Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, meninggal dunia setelah menjadi korban penusukan dalam perkelahian antarkelompok remaja di Jalan Letnan Jahidin, Kecamatan Pasar Manna, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan akibat serangan senjata tajam. Usai kejadian, korban sempat dievakuasi warga bersama rekan-rekannya ke RSUD Hasanuddin Damrah Manna untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, karena luka yang diderita cukup parah, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum insiden terjadi korban bersama sejumlah temannya sedang berkumpul di sebuah warung di kawasan Jalan Letnan Jahidin. Saat itu, melintas seorang pengendara sepeda motor yang diduga sengaja menggeber knalpot dengan suara keras.

Merasa terganggu, korban bersama teman-temannya sempat mengejar pengendara tersebut. Namun, karena tidak berhasil menemukannya, mereka kembali ke warung tempat semula berkumpul.

Tak lama kemudian, pengendara motor tersebut kembali ke lokasi bersama beberapa rekannya. Pertemuan kedua kelompok remaja itu memicu adu mulut yang kemudian berujung pada perkelahian.

Dalam keributan tersebut, salah seorang dari kelompok lawan diduga mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban pada bagian leher. Setelah korban terkapar bersimbah darah, pelaku bersama rekan-rekannya langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

Kapolres Bengkulu Selatan melalui Kapolsek Kota Manna, IPTU Revi Hari, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, kasus penusukan yang menewaskan seorang pelajar itu kini telah ditangani oleh Satreskrim Polres Bengkulu Selatan.

“Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan,” ujar IPTU Revi Hari, Kamis (9/7/2026).

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang melarikan diri. Selain itu, penyidik juga terus mendalami motif perkelahian dengan memeriksa sejumlah saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan barang bukti guna kepentingan penyidikan.