Bengkulu, Sentralnews.com – Anggota DPRD Kota Bengkulu Edi Hariyanto menggelar reses di Kelurahan Desa Kandang sebagai agenda menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Dalam dialog yang berlangsung penuh antusias, warga menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penyelesaian, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, infrastruktur hingga beban Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah usulan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai solusi bagi masyarakat kurang mampu agar memperoleh akses pendidikan yang lebih layak. Warga berharap pemerintah segera merealisasikan program tersebut sehingga tidak ada lagi anak yang kesulitan mendapatkan pendidikan.
Keluhan lain yang menjadi perhatian adalah persoalan PBB. Masyarakat mengaku banyak warga yang masih menunggak karena besaran pajak dinilai cukup memberatkan. Mereka meminta Pemerintah Kota Bengkulu membuka program pemutihan atau penghapusan denda tunggakan PBB, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk melunasi kewajibannya.
Menurut warga, kebijakan tersebut justru akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena masyarakat akan lebih terdorong membayar pajak apabila diberikan keringanan.
Di sektor kesehatan, warga juga menyoroti pelayanan BPJS Kesehatan. Mereka mengeluhkan kondisi rumah sakit yang kerap penuh sehingga pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan ruang perawatan maupun pelayanan medis.
“Kalau rumah sakit selalu penuh, masyarakat akhirnya bingung harus berobat ke mana. Kami berharap ada solusi agar pelayanan kesehatan lebih maksimal,” ungkap salah seorang warga.
Selain itu, persoalan infrastruktur juga mendominasi penyampaian aspirasi. Warga RT 47 meminta pembangunan jalan hotmix karena kondisi jalan yang ada dinilai sudah tidak layak dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka juga mengusulkan pembangunan serta normalisasi drainase lingkungan untuk mengatasi genangan air yang sering terjadi saat musim hujan.
Tak hanya itu, masyarakat meminta pemasangan lampu penerangan jalan di sekitar masjid. Minimnya penerangan di kawasan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab maraknya aksi pencurian sepeda motor yang meresahkan warga.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Edi Hariyanto menegaskan seluruh usulan masyarakat akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan melalui DPRD Kota Bengkulu. Menurutnya, reses merupakan momentum penting untuk memastikan setiap persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan langsung kepada pemerintah daerah.
“Seluruh aspirasi ini akan kami inventarisasi dan kami perjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah. Mulai dari persoalan PBB, pelayanan BPJS, pembangunan jalan, drainase, penerangan jalan hingga usulan Sekolah Rakyat akan kami dorong agar mendapat perhatian dan direalisasikan sesuai skala prioritas,” tegas Edi Hariyanto.
Ia berharap hasil reses tidak hanya menjadi catatan administrasi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bengkulu sangat diperlukan agar persoalan yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera dituntaskan.




















