Bengkulu, Sentralnews.com – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bengkulu sukses menggelar forum Silaturahmi Wilayah (Silatwil) I pada Kamis, 7 Mei 2026. Dalam forum tertinggi tingkat wilayah tersebut, Fonika Thoyib resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Bengkulu periode baru, didampingi Iyud Dwi Mursito sebagai sekretaris.
Terpilihnya Fonika menandai estafet kepemimpinan baru setelah kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Gushevinalti. Kini, Gushevinalti mendapat amanah baru sebagai bagian dari Dewan Pengawas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Mafindo.
Silatwil berlangsung khidmat dan penuh semangat kolaborasi. Kegiatan ini turut dihadiri secara daring oleh Ketua DPP Mafindo, Mark Maryadat Ufie, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi dan konsistensi Mafindo Bengkulu dalam gerakan literasi digital nasional.
“Kami sangat mengapresiasi kerja-kerja Mafindo Bengkulu yang selama ini aktif dan berdampak nyata. Bengkulu telah menjadi salah satu pilar penting dalam gerakan nasional melawan misinformasi dan disinformasi,” ujar Mark dalam sambutannya secara virtual.
Sementara itu, Gushevinalti dalam sambutan purna tugasnya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh relawan dan pengurus yang selama ini telah bekerja bersama membangun ketahanan masyarakat terhadap hoaks dan informasi menyesatkan.
“Perjalanan kita selama ini adalah tentang membangun ketangguhan masyarakat terhadap informasi negatif. Saya percaya di bawah kepemimpinan baru, Mafindo Bengkulu akan semakin solid,” ungkapnya.
Ketua DPW Mafindo Bengkulu terpilih, Fonika Thoyib, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan visi organisasi dengan memperkuat edukasi literasi digital hingga ke tingkat akar rumput.
“Fokus kami ke depan adalah memastikan edukasi literasi digital semakin luas menjangkau masyarakat serta memperkuat sinergi dengan berbagai stakeholder demi menjaga ekosistem informasi di Bengkulu tetap sehat,” tegas Fonika.
Silatwil I Mafindo Bengkulu ditutup dengan semangat “Terus Bergerak dan Berdampak”, sebagai bentuk komitmen bersama dalam melindungi masyarakat dari ancaman hoaks, fitnah digital, dan disinformasi.
Diketahui, Mafindo merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang literasi media, verifikasi fakta, serta edukasi publik dalam melawan penyebaran hoaks melalui pendekatan teknologi, riset, dan kolaborasi masyarakat.



















