Lebong, Sentealnews.com – Di tengah belum adanya perbaikan permanen dari pemerintah, masyarakat bersama personel TNI dan Polri turun langsung melakukan aksi sosial menimbun jalan rusak di jalur Lebong–Curup, tepatnya di dekat Jembatan Bioa Puak, Kecamatan Lebong Selatan, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan gotong royong yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB itu dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop. Warga, aparat TNI serta Polri bahu membahu menutup sejumlah lubang jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengendara.
Aksi sosial tersebut juga mendapat dukungan material dari salah satu pengusaha galian C di wilayah setempat. Sedikitnya 20 dump truck material koral disumbangkan untuk membantu penimbunan di sejumlah titik jalan berlubang yang kondisinya sudah cukup parah.
Kapolsek Lebong Selatan, Nurmansyah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama demi keselamatan pengguna jalan.
“Ini kegiatan swadaya masyarakat bersama TNI dan Polri,” ujar Nurmansyah.
Menurutnya, penimbunan dilakukan sebagai langkah darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan di ruas penghubung Lebong–Curup yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Harapannya, setelah ditimbun angka kecelakaan bisa ditekan,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengendara agar tetap berhati-hati saat melintas, mengingat masih banyak titik jalan rusak lainnya yang belum tersentuh perbaikan.
“Kami mengingatkan pengendara untuk tetap waspada saat melintas,” pungkasnya.
Salah seorang warga yang ikut gotong royong, Jundi, mengaku bersyukur adanya bantuan material koral dari pengusaha lokal sehingga kegiatan penimbunan dapat dilakukan.
“Jalan ini sudah lama rusak dan kondisinya sangat sulit dilewati. Terima kasih atas bantuan material koral untuk menambal jalan ini,” ujarnya.
Meski hanya bersifat sementara, warga menilai kondisi jalan kini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Sejumlah lubang besar yang sempat tergenang air dan menyulitkan kendaraan kini mulai tertutup sehingga kendaraan dapat melintas lebih aman.
Namun di balik aksi sosial dan swadaya tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi tidak tinggal diam terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak parah itu.
Warga menilai, jika masyarakat, TNI dan Polri saja mampu bergerak cepat melakukan penanganan darurat secara gotong royong, maka pemerintah seharusnya dapat segera merealisasikan perbaikan permanen terhadap jalan penghubung vital tersebut.
Hal senada disampaikan sopir angkutan, Heriyandi Saputra, yang hampir setiap hari melintasi jalur itu. Ia mengapresiasi kepedulian masyarakat, TNI dan Polri yang turun langsung memperbaiki jalan demi keselamatan pengguna jalan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, TNI dan Polri yang sudah swadaya memperbaiki jalan ini,” katanya.
Menurutnya, kerusakan jalan selama ini sangat membahayakan, terutama bagi kendaraan pengangkut barang pecah belah maupun furniture yang rentan rusak saat melewati lubang-lubang besar di sepanjang jalan tersebut.
“Kami yang hampir setiap hari lewat di sini sangat khawatir. Kondisi jalan ini memang sangat berisiko dan berbahaya bagi pengendara,” tutupnya. (FR)




















